Site icon Berita Kota Makassar

Senior dan Pernah Menjabat Kepala Daerah

MAKASSAR, BKM — Tautoto Tana Ranggina kini menghitung hari. Ia akan mengakhiri tugasnya sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Sulsel pada 9 Oktober mendatang.
Kemungkinan besar masa jabatan lelaki yang akrab disapa Toto itu tidak akan diperpanjang lagi. Gubernur Nurdin Abdullah sepertinya memilih orang baru untuk melaksanakan tugas pada jabatan strategis tersebut.
Ketika dimintai keterangan soal calon pengganti Toto di posisi Pj Sekprov, Nurdin secara diplomatis mengatakan dirinya belum memikirkan hal itu. Semua harus dipertimbangkan secara matang dan baik.
Malah, mantan bupati Bantaeng dua periode ini menantang wartawan untuk mengusulkan nama yang pantas menjabat. Karena kalau tidak ada usulan, bisa saja masa jabatan sekprov diperpanjang lagi.
“Usulkan aja. Kita usulkan. Saya belum pikirkan itu. Usulkanmi siapa. Kalau tidak diusulkan, bisa diperpanjang. Saya sampai sekarang belum tahu siapa. Kita tunggulah tanggal mainnya. Enak juga kalau tidak semua dikasih tahu,” ungkap Nurdin di kantor gubernur, Senin (1/10).
Berbeda dengan penjelasan NA, Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otoda) Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono, menjelaskan Pemprov Sulsel sudah mengusulkan tiga nama calon pengganti Toto sebagai Pj Sekprov Sulsel.
Namun, dia enggan membeberkan nama-nama yang telah diusulkan tersebut. Soni hanya memberikan bocoran kriteria Pj Sekprov Sulsel selanjutnya.
Mantan Pj Gubernur Sulsel itu mengatakan, calon kuat adalah pejabat yang cukup senior. Memiliki pengalaman memimpin daerah sebagai penjabat kepala daerah di salah satu kabupaten/kota.
Soal peluang Toto untuk tetap menjabat, Soni mengatakan tetap ada, namun cuma beberapa persen.
“Ciri-cirinya, sudah cukup senior dan berpengalaman memimpin daerah sebagai penjabat kepala daerah. Soal Toto, peluang tetap ada, cuma beberapa persen. Tergantung pada gubernur. Bisa baru, bisa lama. Namun, kemungkinan kayaknya baru,” ungkap Soni yang dihubungi melalui sambungan telepon selular.
Kata kunci yang paling menarik dibeberkan Soni, adalah yang berpeluang paling besar menjadi pj sekprov Sulsel adalah pejabat eselon IIA yang saat ini cukup dekat dengan Nurdin Abdullah. Yang bersangkutan adalah suku Makassar asli.
Dari hasil pengamatan, saat ini ada tiga nama yang cukup dekat dengan NA yang namanya kemungkinan besar diusulkan ke Kemendagri. Yakni Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo, Asisten II M Firdha dan Asisten I M Salim.
Namun, jika merujuk pada penjelasan Soni, nama Ashari atau yang populer disapa Karaeng Jaja punya peluang paling besar untuk menjadi Pj Sekprov Sulsel selanjutnya. Alasannya, karena hanya Karaeng Jaja yang punya pengalaman menjadi penjabat kepala daerah, yakni di Pj Bupati Bantaeng.
Sebelumnya, Nurdin Abdullah secara diplomatis berharap agar secepatnya ada pejabat definitif untuk posisi sekprov Sulsel. Tak ada lagi perpanjangan tugas Tautoto.
“Kita sih ingin secepatnya ada pejabat definitif. Karena kalau masih plt, agak sulit juga kita,” ujarnya.
Untuk kepentingan itu, pihaknya akan secepatnya membuka seleksi terbuka yang populer disebut lelang jabatan. Namun, karena posisisinya sebagai gubernur belum cukup enam bulan, dia harus minta izin soal rencana itu ke Kemendagri.
Dalam waktu dekat, NA segera membentuk tim seleksi (timsel) untuk lelang jabatan sekprov. Anggota timsel itu, kata Nurdin, diambil dari perwakilan Pemprov Sulsel, Kementerian Dalam Negeri, dan tokoh masyarakat.
“Segera akan dibuka mekanisme lelang jabatan. Timselnya lagi disusun. Pokoknya dimulai dari timsel. Kalau bagus pasti bagus hasilnya,” tandas Nurdin.
Dia memperkirakan proses lelang ini tidak memakan waktu lama. Hanya sekitar 1,5 lima bulan. Tidak seperti yang diperkirakan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono, yang mengestimasi proses lelang memakan waktu empat hingga lima bulan.
Karena modelnya seleksi terbuka, maka seluruh ASN di Indonesia yang memenuhi persyaratan bisa ikut. Di lingkup Pemprov Sulsel sendiri, ada beberapa pejabat yang memenuhi kriteria untuk ikut seleksi karena sudah mengikuti Diklatpim I.
Di antaranya Tautoto Tana Ranggina yang saat ini menjabat Pj Sekprov dan juga Kepala Badan Pendapatan Daerah. Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jufri Rahman. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Andi Bakti Haruni. Serta Kepala Dinas Sosial Andi Ille.
Toto sendiri saat ini sudah menjabat sebagai penjabat sekprov selama enam bulan, setelah mengalami perpanjangan masa jabatan selama satu kali.
Dihubungi terpisah, Tautoto menegaskan bahwa dirinya tidak menjadikan posisinya sebagai beban atau prestise. Baginya, jabatan itu hanya daki-daki yang melekat. Kapan saja bisa hilang.
Ketika dirinya tidak lagi diberi kepercayaan pada posisi itu, memang sudah takdirnya seperti itu. Apalagi, dia merupakan seorang ASN yang terikat pada sumpah jabatan.
”Sebagai seorang ASN harus bersedia ditempatkan di mana saja. Haris harus melaksanakan perintah pimpinan,” ujarnya diplomatis.
Kepala BKD Ashari Fakhsirie Radjamilo yang dikonfirmasi soal peluangnya menjadi penjabat sekprov gantikan Tautoto, mengaku tidak tahu sama sekali soal itu.
“Saya tidak tahu itu. Kita kerja saja. Apapun yang diinstruksikan atau diperintahkan pimpinan, harus kita laksanakan. Ada atau tidak ada jabatan, tetap harus bekerja sebagai ASN yang baik,” pungkasnya.
(rhm/rus)

Exit mobile version