MAROS, BKM — Sejak terjadi gempa dan tsunami di kota Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, hingga saat ini bantuan logistik yang didistribusikan dari Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin telah mencapai 42 ton. Pengirimannya menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara.
Bantuan itu, diangkut bersama para relawan dan warga asal Palu yang tengah berada di Makassar sejak Sabtu lalu. Bantuan logistik pun masih terus berdatangan dari para donatur hingga menumpuk di Lanud Hasanuddin dan masih dalam proses pendistribusian.
Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin, Mayor Sus Henny Purwani, menjelaskan, bantuan yang dikirim ke kota Palu dan Donggala tersebut kebanyakan berupa makanan cepat saji, air mineral, obat-obatan dan perlengkapan medis. Mereka mendistribusikan langsung ke POsko induk yang ada di kota Palu.
”Hingga hari ini, total bantuan logistik yang sudah dikirim sebanyak 42 ton. Kita mendistribusikannya langsung ke posko induk. Pengangkutannya bersamaan dengan relawan yang diberangkatkan,” jelasnya.
Selain bantuan, sebanyak 1.763 relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan serta warga asal Palu juga sudah terangkut dari Lanud Hasanuddin ke Palu. Bahkan, penumpukan calon penumpang yang terjadi sehari sebelumnya, sudah tidak terlihat. Tercatat, hingga malam kemarin, ada sekitar 14 penerbangan dari Lanud Sultan Hasanuddin yang mengangkut logistik dan warga Palu. Sementara dari kota Palu ke Lanud tercatat sekitar 17 penerbangan.
”Setiap penerbangan dari kota Palu itu memuat sekitar 100 sampai 150 orang. Karena ada yang sakit dan rebahan. Kalau normalnya sih bisa sampai 200 orang. Tapi karena kondisi penumpang pesawat hercules dari Palu itu memuat orang sakit, maka tidak bisa dipaksakan sampai 200 orang. Paling hanya 100 orang sampai 150 orang,” jelasnya.
Di Lanud Hasanuddin sendiri, menyiapkan 7 unit pesawat Hercules dan CN. Pesawat ini rata-rata terbang bolak-balik dari Palu ke Lanud Hasanuddin sebanyak 3 sampai 4 kali penerbangan. Pesawat itu juga ada yang diberangkatkan ke Jakarta dan Malang mengangkut korban yang berasal dari wilayah barat Indonesia. (ari/mir/c)
Bantuan Logistik ke Palu dan Donggala Telah Capai 42 Ton
