Site icon Berita Kota Makassar

Hotel The Rinra Tempat Nginap Para Duta Besar

MAKASSAR, BKM–Konsulat Jendral (Konjen) Amerika Serikat dan seluruh duta besar dari semua negara yang akan menghadiri pagelaran F8. Mereka akan menginap di Hotel The Rinra, Makassar. Hal ini karena forum dalam F8 nanti akan diadakan di The Rinra.
Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Makassar, Amalia Malik.
“Forumnya nanti kan di Rinra, jadi kita fokuskan semua perwakikan negara menginap disana,” kata Amalia.
Sementara itu, Marcom Manager Hotel The Rinra, Abdul Aziz Munawir mengatakan, jika para perwakilan negara ini akan tiba di hotel pada Selasa (9/10). Kurang lebih ada 80 kamar yang disediakan oleh pihak hotel untuk fasilitas menginap mereka.
Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan pihak hotel, begitu yang dikatakan Aziz. Karena selama ini, tiap harinya Hotel The Rinra memang selalu menjamu para tamu layaknya pelayanan bintang lima.
“Tidak ada ji persiapan khusus karena standar kami memang seperti ini. Palayanan The Rinra sendiri memang setiap harinya adalah pelayanan bintang lima, jadi para tamu ini nantinya kami pastikan mendapat pelayanan terbaik,” kata Aziz.
Namun Aziz mengatakan, berbagai permintaan khusus dari tamu tetap akan dilakukan, terutama dari segi kuliner. Seperti beberapa tamu luar negeri yang biasa menginginkan makanan anti alergi ataupun makanan vegetarian.
“Biasanya tamu luar negeri permintaan makanannya seperti itu. Kita sih belum komunikasi langsung dengan mereka karena pihak penyelenggara yang mengurus. Palingan saat hari H pi kita baru komunikasi,” tambah Aziz.
Para tamu ini sendiri rencananya akan menginap di Hotel The Rinra selama dua malam. Direncanakan tanggal 11 Oktober nanti para tamu ini sudah meninggalkan hotel.
Diketahui, progres persiapan menyambut Makassar International Eight Festival (F8) telah sampai 85 persen secara konsep. Walaupun secara fisik, belum ada terlihat sama sekali di pusat kegiatan, Pantai Losari Makassar.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Majid, mengatakan, Khusus tamu luar negeri, sudah ada 27 negara yang menyatakan siap hadir. Diantaranya, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Italia. Meksiko, Malaysia, Australia, Polandia, Filipina, dan Spanyol.
Selain tamu luar negeri, ada juga sekira 30 perwakilan dari pemerintah se-Indonesia yang menyatakan kesiapan menghadiri event berskala internasional itu.
“Alhamdulillah, tim sudah bergerak dari beberapa hari lalu. Hingga hari ini (kemarin-red), sudah ada 27 negara menyatakan hadir.Olehnya itu, butuh dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan event F8,” harap Rusmayani.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan, akan ada banyak pagelaran spektakuler yang akan ditampilkan di F8 tahun ini. Seperti akan ada teater phinisi. Teater ini akan menggunakan perahu phinisi yang berjalan dari Centre Point of Indonesia (CoI) menuju Pantai Losari.
Dalam perjalanannya, perahu phinisi ini akan menampilkan berbagai atraksi diatas kapal, dengan dikawal oleh beberapa nelayan di dekat perahu phinisi tersebut.
Selain itu, akan ada Floating Zoo dengan tema volcano yang akan ditampilkan saat pagelaran. Ada juga Floating Urban Flora untuk para pemggemar tanaman, serta Floating Fish Market yang lagi-lagi melibatkan nelayan.
“Untuk Floating Fish Market, para pengunjung nantinya itu bisa berbelanja berbagai ikan di setiap perahu yang disediakan. Satu perahu nantinya disediakan satu jenis ikan. Jadi kita tampilkan juga nanti barbeque ala Makassar,” jelas Danny.
Akan ditampilkan pula Fly Avatar, balon besar yang dipakaikan lampu. Terbungkus seolah-olah seperti ubur-ubur yang menari-nari.
Dalam pagelaran ini juga akan ditampilkan tarian ala Makassar, yang dikatakan Danny tak kalah dengan Tari Saman saat pembukaan Asian Games. Begitu juga dengan pertunjukan pesawat sukoi, Karnaval, dan akan ada tedong bonga yang dipamerkan untuk memperlihatkan salah satu hewan khas di Sulsel.
Perencanaan yang cukup matang ini sepertinya belum dibarengi dengan perencanaan secara fisik. Hanya sebagian jalanan di dekat area CoI saja yang sudah teraspal. Sedangkan di Pantai Losari, terlihat belum ada sama sekali pemasangan properti.(nug/war/c)

Exit mobile version