SIDRAP, BKM — Para pengungsi korban bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah terus berdatangan di kabupaten Sidrap.
Mereka datang untuk mencari perlindungan sementara pada sanak saudaranya di Sidrap.
Seperti yang kini tengah dilakukan jajaran Mapolsek Tellu Limpoe Resort Sidrap mulai melakukan pendataan kedatangan korban di wilayah Kecamatan Tellu Limpoe, Sabtu (6/10/2018).
Melalui Babinkamtibmas bersama aparat pemerintah Desa Teteaji menyambangi sekaligus pendataan kepada para pengungsi dari Palu yang baru tiba di Desa Teteaji.
Hingga malam tadi, tercatat jumlah pengungsi yang sudah berada di Teteaji sebanyak 133 orang dewasa dan anak-anak dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 37 orang.
“Semua pengungsi yang dicatat masuk ke Teteaji sebanyak 133 jiwa yang semuanya korban bencana Palu. Rata-rata pengungsi yang datang dari palu merupakan penduduk asli desa Teteaji yang menetap di Palu dan Donggala untuk mencari pekerjaan atau penghasilan,” ungkap Kapolsek Tellu Limpoe IPTU H. Sunarto, sesaat lalu.
Kepala Desa Teteaji A. Muh Gusli. C mengatakan akan memperhatikan nadib para korban yang juga notabebe warganya sendiri.
“Data korban ini sudah dilaporkan ke posko induk tingkat Kabupaten dan sementara pendistribusian logistik diambil untuk dibagikan kepada para pengungsi. Ini malam disalurkan,”tandas Gusli. (Ady)
