Site icon Berita Kota Makassar

Bupati Jamu 40 Pengungsi Bencana Palu di Rujab

BARRU, BKM– Sekretaris Kabupaten Barru, Nasruddin AM, tiba di Barru, tadi malam setelah beberapa hari berada di lokasi gempa dan tsunami di Kota Palu.

Sekkab dipercaya Pemerintah Kabupaten Barru sebagai ketua tim dalam membawa bantuan logistik bersama anggota Tim Pemkab Barru lainnya yang terdiri dari anggota BPBD, Satpol dan beberapa dari OPD terkait.

Saat tiba di Rujab, Tim Pemkab bersama 40 pengungsi asal Barru diterima langsung Bupati Barru Suardi Saleh di Baruga Singkerru Ada’e .

Ke 40 pengungsi yang selama ini bertempat tinggal di wilayah Sulawesi Tengah dan menjadi korban gempa dan tsunami.

Bupati Barru, Suardi Saleh dalam sambutan penerimaan pengungsi dan Tim Pemkab Barru yang baru tiba dari Palu, menyatakan para warga asal Barru yang sudah tiba di kampung halaman malam ini agar tetap tabah dan bersabar.

“Pemkab Barru tetap akan mengontrol yang menjadi kebutuhan dari pengungsi tersebut. Meski demikian, tentu sesuai dengan kemampuan Pemkab. Kami juga berterima kasih kepada Sekkab dan seluruh Tim Relawan Pemkab yang telah berhari-hari berada di lokasi gempa bumi untuk membawa logistik dan melakukan evakuasi korban. Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi pekerjaan amaliah kita, ” kata Suardi.

Para pengungsi ini diantar pulang oleh Tim Pemkab dari Palu untuk selanjutnya ke kampung halaman masing-masing.

Tim Pendataan Pengungsi Korban Gempa Warga Barru, Muhaemin mengatakan, pengungsi berjumlah 40 orang yang merupakan warga asal Barru, terdiri dari 18 perempuan dan 22 laki-laki. Dalam rombongan ini terdapat dua balita . Bahkan diantara kedua bayi tersebut baru berumur lima bulan.

Salah seorang pengungsi bernama Wiwi membawa dua anaknya, satu berumur lima bulan dan seorang lainnya berusia tiga tahun. Wiwi pulang membawa kedua anaknya, suami dan beberapa keponakannya. Tetapi kehilangan kedua mertuanya.

“Saya mau pulang kampung ke Lapao di Kecamatan Balusu. Sudah empat tahun merantau dan bersuami warga Poso dan tinggal di Palu. Kedua mertua saya hilang bersama rumah tertimbun lumpur. Disana kami tidak punya rumah lagi,” tutur Wiwi dengan nada lirih.

Begitu pula dengan pengakuan Amar punya bayi bernama Askana, umurnya baru lima bulan. (rusdi)

Exit mobile version