Site icon Berita Kota Makassar

Korban Tsunami Palu Berharap Bantuan Donatur

PAREPARE, BKM — Warga Sidrap Hj Syahriah (68) yang hijrah ke Palu dua puluh tahun silam memilih pulang kampung di Lajonga Kecamatan Pancalautang Kabupaten Sidrap pascabencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala pekan lalu.

Syahriah bersama tiga anaknya, menantu dan sepuluh orang cucunya tiba di Sidrap sejak Rabu menggunakan kendaraan roda empat milik keluarganya.
Selama dua puluh tahun lebih sebagai pengusaha jual barang campuran di Palu, Hj Syahriyah memiliki rumah permanen. Tapi hanya dengan hitungan menit, rumah miliknya hancur akibat gempa di Kelurahan Lagarutu, dua jalur poros Papoyo Palu.
“Anak dan menantu serta cucu kami sudah berada di Sidrap semua. Rumah anak Landae, Lasellang, Hj Ica, Muslimin, Iwan di Palu juga hancur akibat gempa,”katanya.
Tiga hari pascagempa, dia mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan makanan dan minuman. Hanya yang ada sisa jualan air minum di gardu jualan dekat rumahnya.
”Setelah habis terpaksa kita sedot air PDAM meskipun keru daripada pingsan tidak minum,”katanya
Sementara Ardi (10) murid SD kelas 4 hilang digenggaman kedua orang tuanya ketika gempa disertai lumpur tiba tiba menghantam rumahnya.
“Saya masih sempat berpegangan tangan bertiga isteri dan anak saat gempa menggoncang. Tiba tiba terlepas dari genggaman kami bertiga pada gelap gulita saat itu hanya meraba raba disuasana gelap yang saya temui hanya isteri. Anaknya Ardi hilang sampai saat ini,” tandas Muchlis ponakan Hj Syahriyah.
“Saya merasakan goncangan begitu keras. Rumah hanya mengalami keretakan temboknya dan menyaksikan pohon kelapa yang ada dekat rumah seperti mau roboh rata dengan tanah,” jelas Abd Gani.
Dia berharap ada uluran tangan dari para donatur untuk menyambung hidup. (mup/C)

Exit mobile version