MAKASSAR, BKM– Satu gebrakan akan dilakukan Beni Iskandar, dalam jabatan barunya sebagai Direktur Umum (Dirum) Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Yaitu ia berencana menjadikan RPH bukan hanya sebagai tempat orang memotong hewan saja, namun juga membuat RPH memiliki produk sendiri.
“Hari ini kan RPH hanya jadi tempat melintas para pemotong hewan. Nantinya kita coba buat produk sendiri dan semoga bisa kita pasarkan sendiri dengan kualitas yang betul-betul halal,” kata Beni kepada BKM.
Gebrakan ini akan selalu ditekankannya. Ini adalah target dan harapan Beni yang akan coba diwujudkannya selama menjabat sebagai dirum. Ide ini sendiri tentunya tida ada selama ini di RPH.
Beni sendiri adalah pria kelahiran Makassar, 20 Juli 1967. Anak dari ayah asal Takalar dan Ibu dari Manado. Saat ini ia tinggal di Jalan Baji Ati, Makassar dengan istri dan empat anaknya.
Beni pernah menempuh pendidikan diploma di Universitas Mercu Buana Jakarta. Setelah lulus pada 1992, ia kembali melanjutkan pendidakan S1 nya di Fakultas Hukum Unhas.
RPH saat ini memang diakui Beni harus berbenah. Banyak tantangan bagi direksi baru saat ini untuk melakukan pembenahan kearah yang lebih baik bagi RPH.
Dengan tagline RPH saat ini “RPH Berbenah”, Beni mengatakan memang harus berbenah. Kedepan, pihaknya berharap RPH yang dipimpinnya sekarang bisa menjadi satu-satunya RPH yang menyuplai kebutuhan daging masyarakat Makassar.
“Sekarang kan RPH belum mampu menyuplai, kita harap kedepannya kita bisa menyuplai daging untuk masyarakat” katanya.
Hal yang pertama kali akan dilakukannya adalah menerbitkan kembali perpanjangan label halal di RPH. Dimana dua tahun terakhir label halal ini belum diperpanjang.
Olehnya, Beni mengatakan jika dirinya perlu membangun sinergitas dari pihak-pihak yang berkompeten untuk memperpanjang label halal ini.
“Sudah dua tahun ini label halal tidak diperpanjang. Memang ada sedikit masalah selama ini. Nah ini salah satu yang akan saya kerjakan pertama, memperpanjang label halal ini,” tutupnya.(nug/war/c)
RPH Harus Miliki Produk Sendiri
