Site icon Berita Kota Makassar

4.400 Pengungsi Masuk Sidrap

SIDRAP, BKM — Ribuan pengungsi korban gempa dan tsunami Palu masuk Sidrap. Pemkab mencatat sekitar 4.400 pengungsi yang sudah masuk dan tersebar di sejumlah kecamatan.
“Ribuan pengungsi tercatat di tujuh kecamatan Masih ada empat kecamatan yang belum masuk datanya,” ujar Sekkab Sidrap, Sudirman Bungi, Minggu, (7/10).
Di kecamatan Panca Lautang 2.000 orang, Tellu Limpoe, 1.000 orang, Maritenggare 700 orang, Dua Pitue 200 orang. 200 orang di Kecamatan Pitu Riawa, 200 orang di Watang Pulu, dan 100 di Kulo. Pengungsi merupakan warga Sidrap.
“Hingga kini bantuan yang masuk ke posko kecamatan dan kabupaten terus didistribusikan kepada para pengungsi melalui koordinasi camat, kades dan lurah,” jelas Sekkab.
Pemkab Sidrap juga membuka seluruh unit pelayanan masyarakat kepada para para korban berupa perawatan kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit, serta menyekolahkan kembali anak-anak korban.
“Ini sementara dikoordinasikan dengan Disdikbud untuk mereka ditampung dan diikutkan kegiayan belajar di sekolah terdekat sesuai level pendidikannya masing-masing,” jelas Sekkab.
Kepala Disdikbud Sidrap, Nurkanaah mengatakan pelajar korban gempa dan tsunami asal Donggala, Sigi dan Kota Palu Sulteng dapat melanjutkan sekolahnya di Sidrap.
“Pelajar korban gempa Sulteng dapat melanjutkan sekolahnya di Sidrap. Sekolah tidak boleh menolak, mulai tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sederajat,” kata Nurkanaah.
Dia mengaku, sudah berkoordinasi dengan Plt Bupati Sidrap, H Dollah Mando dan Sekkab.
Untuk pelajar SMA dan SMK sederajat, mereka dapat diterima bersekolah.
Nurkanaah menambahkan, khusus murid SD dan SMP korban gempa asal Sulteng, pihaknya bakal menyiapkan seragam sekolah gratis.
(ady/C)

Exit mobile version