LUWU, BKM — Di penghujung masa
pemerintahannya, Bupati Luwu Andi Mudzakkar bersama Wakil Bupati Luwu Amru Saher menggagas ide jelajah alam Eksplore Wisata Latimjong selama tiga hari di kawasan alam kecamatan
Latimojong, kabupaten Luwu yang di jadwalkan November 2018.
Kecamatan Latimojong sendiri
dikenal dengan akses alamnya yang produktif, hutannya masih rimbun.
Di Latimojong masyarakat setempat berkebun tanaman kopi, di samping tanaman jenis perkebunan lainnya berupa cokelat dan cengkeh.
Kawasan Latimojong di kenal dengan pegunungan Latimojong yang merupakan titik tertinggi di Pulau Sulawesi. Rangkaian pegunungan ini bukan merupakan gunung berapi seperti gunung-gunung lain yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
Wilayah dari pegunungan Latimojong dipenuhi oleh hutan tipe Montana dimana karakteristik dari hutan tipe ini adalah tumbuh di wilayah dengan ketinggian 2.000 hingga 3.000 meter dari permukaan laut.
Jika beruntung, para pendaki dapat bersua dengan babi rusa dan anoa di wilayah hutan gunung ini.
Pegunungan Latimojong diketahui memiliki tujuh puncak dan masing-masing puncak mempunyai namanya sendiri. Buntu Rante Mario sebagai titik tertinggi di Pulau Sulawesi, diikuti oleh Buntu Nenemori sebagai titik tertinggi kedua, dan puncak-puncak lainnya yaitu Buntu Sinaji, Buntu Sikolong, Buntu Rante Kambola, Buntu Bajaja, dan Buntu Latimojong.
Tak heran Bupati Luwu Andi Mudzakkar memasukan kawasan Latimojong sebagai proritas kawasan wisata Agropolitan.
Bahkan jajaran Pemkab Luwu sendiri telah belajar pengembangan kawasan agropolitan untuk diterapkan di beberapa kecamatan di Kabupaten luwu.
Wisata Agropolitan merupakan kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, dan menarik kegiatan pembangunan pertanian di wilayah sekitarnya.
Adapapun lokasi pengembang
an komoditas unggulan yang telah di datangi sebagai tempat studi banding Pemkab Luwu yakni di Kabupaten Probolinggo yang bisa dikembangkan di Luwu.
Sehingga itu kecamatan yang disiapkan menjadi daerah agropolitan ialah Kecamatan Latimojong, Bajo Barat, Suli Barat, Larompong, dan Larompong Selatan.
Akses wisata lainnya di Latimojong adalah Air Terjun Sarassa dengan ketinggian air sekitar 100 meter.
Aliran air dari atas tebing terlihat memutih diantara hijaunya dedaunan. Perpaduan warna yang terlihat sejuk di mata menciptakan suasana alam yang sangat menenangkan.
Air terjun Sarassa ini terletak di Dusun Gamaru, Desa Ulu Sallu, Latimojong.
Bupati Luwu dua periode Andi Mudzakkar menuturkan, eksplore wisata Latimojong di gelar selama tiga hari pada bulan November.
Beberapa fasilitas wisata alam eksplores Latimojong sedang kita bangun dan benahi.
“Ada lokasi flaying fox, ada air terjun Sarassa,ada jalur untuk Adventure, kawasan wisata agropolitan dan beberapa objek wisata lainnya,” kata Bupati yang akrab di sapa Cakka.
Selama tiga hari itu, lanjut Cakka, seluruh elemen masyarakat maupun jajaran Pemkab Luwu di jadwalkan akan menginap di kawasan wisata Latimjong.
Dimana nantinya seluruh peserta Eksplore Wisata Latimojong akan nginap di tenda tenda. Tentu kita berharap Eksplore Wisata Latimojong ini dapat membantu menggerakan roda ekonomi kerakyatan.
“Dan gaungnya sampai ke level nasional hingga manca negara,” tandas Cakka Minggu (7/10/2018) saat di konfirmasi BKM. (irwan musa)
