LUWU, BKM — Bupati Luwu Andi Mudzakkar dan Wabup Amru Saher menggagas ide brilian Eksplorasi Wisata Latimojong. Eksplorasi akan dilakukan selama tiga hari di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu November mendatang.
Kecamatan Latimojong dikenal dengan akses alamnya yang produktif, hutannya masih rimbun di Latimojong masyarakat setempat berkebun tanaman kopi disamping tanaman jenis perkebunan lainnya berupa coklat dan cengkeh.
Kawasan Latimojong dikenal dengan adanya Pegunungan Latimojong yang merupakan titik tertinggi di Pulau Sulawesi. Rangkaian pegunungan ini bukan merupakan gunung berapi seperti gunung-gunung lain yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
Wilayah pegunungan Latimojong dipenuhi hutan tipe Montana. Karakteristik dari hutan tipe ini adalah tumbuh di wilayah dengan ketinggian 2.000 hingga 3.000 meter dari permukaan laut. Jika beruntung, para pendaki dapat bersua dengan babi rusa dan anoa di wilayah hutan gunung ini.
Pegunungan Latimojong memiliki tujuh puncak dan masing-masing puncak mempunyai namanya sendiri. Buntu Rante Mario sebagai titik tertinggi di Pulau Sulawesi, diikuti oleh Buntu Nenemori sebagai titik tertinggi kedua, dan puncak-puncak lainnya yaitu Buntu Sinaji, Buntu Sikolong, Buntu Rante Kambola, Buntu Bajaja, dan Buntu Latimojong.
Cakka memasukan kawasan Latimojong sebagai proritas kawasan wisata agropolitan. Bahkan
Pemkab Luwu telah belajar pengembangan kawasan agropolitan untuk diterapkan di beberapa kecamatan di Kabupaten Luwu.
Wisata Agropolitan merupakan kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, dan menarik kegiatan pembangunan pertanian di wilayah sekitarnya.
Lokasi pengembang an komoditas unggulan yang telah didatangi sebagai tempat studi banding Pemkab Luwu yakni di Kabupaten Probolinggo yang bisa dikembangkan di Luwu. Kecamatan yang disiapkan menjadi daerah agropolitan ialah Kecamatan Latimojong, Bajo Barat, Suli Barat, Larompong, dan Larompong Selatan.
Kepada BKM Bupati Luwu dua periode Andi Mudzakkar menuturkan, eksplorasi wisata Latimojong digelar selama tiga hari November mendatang. (wan/C)
