MAKASSAR, BKM — Dua orang pria melangkah pincang sambil meringis kesakitan di Mapolsek Panakkukang. Perban tampak melilit di kedua kakinya masing-masing.
Lelaki itu bernama Fadli alias Illank (31), warga Jalan Toddopuli VI. Serta Bagas (30), beralamat di Jalan Nipa-nipa. Mereka baru saja mendapat tindakan tegas aparat kepolisian tim gabungan Resmob Polsek Panakkukang, diback up Resmob Polda Sulsel.
Sebelumnya, perburuan terhadap keduanya dilakukan oleh polisi terkait kasus pencurian barang di dalam mobil. Yang pertama diciduk adalah Fadli. Ia diringkus di kediamannya Jalan Toddopuli VI.
Dalam pemeriksaan pada hari Sabtu (5/10), Illank mengaku tak sendirian saat beraksi. Melainkan ditemani seorang rekannya bernama Bagas. Keduanya membobol sebuah mobil yang terparkir di Jalan Abdullah Dg Sirua.
Mendengar ‘nyanyian’ Illank, malam itu juga polisi menggiringnya untuk menunjukkan tempat persembunyian rekannya. Bagas diketahui tinggal di kos-kosan Jalan Inspeksi Kanal Pampang.
Namun, Bagas berkelit dirinya bukanlah maling. Begitu melihat Fadli dengan tangan terborgol, dia pun hanya bisa tertunduk dan mengakui perbuatannya. Keduanya kemudian dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel.
Dari hasil pemeriksaan terhadap keduanya, mereka mengakui perbuataannya melakukan pencurian barang di dalam mobil yang terparkir di Jalan Abdullah Daeng Sirua. Pada Minggu dini hari (6/10), polisi membawanya untuk pengembangan dan penunjukan barang bukti.
Setibanya di lokasi yang dituju, kedua tersangka mencoba melepaskan diri dari akwalan petugas. Mereka berusaha melarikan diri. Tiga kali tembakan ke udara tak dihiraukan.
Akhirnya, tindakan melumpuhkan diambil petugas. Kaki tersangka dibidik. Pistol menyalak. Timah panas meluncur. Kedua tersangka tak lagi berkutik. Selajutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Usai menjalani proses pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di kakinya, kedua tersangka digelandang ke Mapolsek Panakkukang. Setibanya di kantor polisi, mereka menolak untuk masuk. Keduanya terduduk di halaman mapolsek.
Ternyata mereka kehausan dan meminta air kepada petugas. Setelah itu dijebloskan ke dalam sel.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, mengatakan kedua maling tersebut mendapat tindakan tegas lantaran melakukan perlawanan.
”Ketika keduanya digiring dalam pengembangan penunjukan barang bukti, keduanya memberontak dan mencoba melarikan diri. Tindakan tegas diambil anggota setelah memberi tembakan peringatan,” jelas Kapolsek. (ish/rus)
Dua Maling Minta Air di Mapolsek Usai Ditembak
