Site icon Berita Kota Makassar

Duka Palu di Pentas F8

MAKASSAR, BKM — Makassar Eight Festival and Forum atau yang lebih dikenal dengan sebutan F8, digelar 10-14 Oktober mendatang. Duka masyarakat Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah yang tertimpa bencana gempa dan tsunami, menjadi bagian dalam perhelatan ini.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, mengundang 60 orang perwakilan pengungsi korban gempa dan tsunami pada acara pembukaan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari solidaritas Makassar untuk Palu.
Orang nomor satu Makassar yang akrab disapa Danny itu mengatakan, kehadiran korban yang mengungsi di Makassar, diharapkan bisa membangkitkan kembali Palu, yang beberapa waktu lalu diterjang bencana.
“Ini merupakan salah satu bentuk solidaritas kita. Membangkitkan saudara-saudara kita yang saat ini tengah mengungsi di Kota Makassar akibat gempa dan tsunami di Palu,” ujar Danny saat rapat koordinasi persiapan F8 di kediaman pribadinya Jalan Amirullah Makassar, kemarin.
Sebelumnya, Danny mengatakan, pada pembukaan gelaran F8 di Anjungan Pantai Losari 10 Oktober mendatang, ada pentas khusus tentang situasi Palu. Selain itu, pada setiap segmen juga akan ada pengumpulan donasi untuk korban.
”Kita memasukkan aksi untuk Palu pada F8. Untuk itu coba kita tambah dan ubah sedikit temanya. Jadi setiap segmen akan diputarkan video tentang bagaimana kondisi Palu,” terang Danny.
Tak hanya itu. Even yang digadang-gadang akan dihadiri 1,5 juta pengunjung tersebut, juga akan ada pengalangan dana untuk korban gempa dan tsunami Sulteng. “Setiap hari akan ada kegiatan penggalangan dana merupakan bagian dari aksi kemanusiaan di F8,” imbuhnya.

Pasien Operasi Meningkat

Sembilan hari pascagempa dan tsunami yang melululantakkan Palu, Donggala dan Sigi, korban yang dievakuasi ke rumah sakit di Makassar terus bertambah jumlahnya. Di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, pada Minggu (7/10), tambahan jumlah pasien mencapai 51 orang.
Dengan penambahan tersebut, total pasien yang ditangani di RS ini telah mencapai 215 orang. Terdiri dari laki-laki 90 orang, dan perempuan 125 orang.
“Pasien yang masih dirawat sampai saat ini sebanyak 110 orang. Kalau yang diperbolehkan pulang sebanyak 103 orang,” ujar Nur Hasan, Kasubag Humas RSUP DR Wahidin, kemarin.
Dari angka itu, pasien balita hingga remaja sebanyak 21 orang. Sedang pasien usia dewasa hingga lansia (lanjut usia) mencapai 89 orang. Untuk pasien yang dioperasi berjumlah 50 orang.
”Jumlah pasien operasi mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari sebelumnya,” jelas Nur Hasan lagi.
Ditanya tentang daya tampung, Nur Hasan mengatakan, RS Wahidin masih mampu menampung pasien yang dibawa dari Sulteng. Kapasitas dan fasilitas rumah sakti masih sangat memadai. Utamanya untuk pasien rawat inap. Termasuk pasien operasi.
Di Rumah Sakit Umum (RSU) Daya, Kota Makassar, pasien baru yang dirawat bertambah 18 orang. Dengan penambahan itu, total korban gempa dan tsunami Sulteng yang mendapat perawatan di tempat ini berjumlah 133 orang.
”Ada tambahan pasien 18 orang hari ini (kemarin). Jumlahnya tidak terlalu signifikan dibanding hari-hari sebelumnya,” ujar Wisnu Maulana, Kasubag Humas RSUD Daya, Minggu (7/10).
Dari keseluruhan pasien korban bencana yang dirawat, 90 orang di antaranya telah diperbolehkan pulang. Sementara yang menjalani perawatan itu sebanyak 36 orang. “Rata-rata yang kita rawat sekarang pasien korban luka. Jumlahnya 11 orang. Selebihnya ibu hamil,” jelasnya.
Diakui Wisnu, ada pula pasien yang harus dirujuk ke RSUP Wahidin. Jumlahnya tujuh orang. Hal itu dikarenakan keterbatasan alat yang dimiliki RSU Daya.
Informasi yang diperoleh Wisnu, akan datang lagi tambahan pasien dari Palu. Mereka dibawa dengan menggunakan pesawat Hercules. (nug-mat/rus/c)

Exit mobile version