GOWA, BKM — Anak-anak korban gempa tsunami Palu yang saat ini mengungsi di salah satu rumah di Perumahan Pesona Asri di Jl Tumanurung,Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Gowa sudah mulai sekolah.
Keenamnya dibantu Pemkab Gowa untuk sekolah di SDI Mangasa, Gowa. Nur Winda Aulia (11) salah satu anak korban gempa Palu yang sebelumnya sekolah di Palu mengaku senang.
“Saat ini saya ada di Gowa sama orangtua. Sejak gempa semua bangunan sekolah di Palu rusak, banyak teman-teman saya tidak ketemu lagi, juga guru-guru. Saya tidak tahu apa mereka masih hidup atau tidak,” kata Winda yang berhasil selamat dari bencana gempa dan tsunami yang nyaris menenggelamkan Palu pada Jumat 28 September lalu.
“Iya tante, saya bersama orangtua saya dan sejumlah tetangga berhasil meninggalkan kota Palu dengan menempuh perjalanan panjang naik mobil. Yang saya mau hari itu adalah bisa segera sampai di kota tujuan sama orangtua saya. Saya tidak tahu bahwa kota tujuan kami adalah Gowa. Yang jelas seperti dikatakan ibuku yang penting semuanya selamat saja dulu,” beber Winda.
Para korban bencana Palu dan Sigi ini tiba di Gowa Rabu (3/10/2018) dinihari di Gowa dan kini menginap sementara di rumah salah seorang warga di Perumahan Pesona Asri Jalan Tumamurung.
“Yang paling bikin kami anak-anak pengungsi gembira karena kami bisa sekolah di Gowa ini,” kata Winda di pengungsian bersama 35 pengungsi lainnya.
Baik Winda maupun anak-anak korban gempa lainnya, semuanya gembira karena Bupati Gowa langsung memberikan mereka kesempatan bersekolah di Gowa. Apalagi Kabupaten Gowa memberlakukan pendidikan gratis.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, dr Salam yang dikonfirmasi Beritakota Makassar, Senin (8/10/2018) pagi mengatakan untuk sementara anak-anak pengungsi yang disekolahkan dititip di SDI Mangasa di Jl Pallantikang, Kelurahan Pandang-pandang.
“Iya baru 6 anak-anak pengungsi kita titip di SDI Mangasa yakni 2 orang di kelas V, 2 orang di kelas IV, di kelas III dan kelas II masing-masing 1 orang. Statusnya tetap sebagai titipan karena mereka rencananya tetap akan pulang kembali ke Palu setelah Sulteng betul-betul kondusif,” jelas Salam sembari mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu data dari Dinas Sosial. (saribulan)
