MAKASSAR, BKM–Janji Pemerintah Kota Makassar untuk menertibkan lapak yang didirikan para pedagang di Pasar Sentral, ternyata hanya sebatas imbauan.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto yang sebelumnya berjanji membereskan lapak liar pada Rabu (3/10) pekan lalu, ternyata belum terlaksana.Wali kota hanya berkoordinasi dengan PD Pasar Makassar Raya.
“Kita sudah dapat laporan bahwa sudah dilakukan pertemuan kepada semua pedagang menyangkut lapak liar ini. Kita cek dulu, kalau sudah tertib bagaimana, kalau belum apa kendalanya,” kata Danny.
Dikonfirmasi terpisah, Dirut PD Pasar Makassar Raya, Syafrullah mengatakan, sudah mengimbau ke para pedagang untuk membongkar bangunannya sendiri. Jadi pemerintah kota dalam hal ini PD Pasar, hanya melakukan imbauan, bukan membereskan.
“Lebih bagus kan kalau mereka yang membongkar sendiri. Ini pedagang yang di sebelah barat ya, kalau di selatan itu pedagang resmi,” kata Syafrullah.
Penindakan secara tegas dikatakan Syafrullah akan dilakukan dalam waktu dekat jika para pedagang belum membongkar lapaknya. Ia juga akan melakukan koordinasi kembali dengan Polres pelabuhan terkait penertiban ini
“Kalau mereka tidak membongkar sendiri, kami jelas akan tindak tegas. Dalam waktu dekat lah kita yang bongkar itu. Tergantung pak kapolres kapan mereka bisa bertindak,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral, Sainudding beralasan, pendirian lapak ini karena persoalan harga di kios New Makassar Mall antara pedagang dan pihak MTIR belum kunjung usai.
“Iya pedagang itu yang bangun, pedagang bersertifikat. Pokoknya selama persoalan belum selesai, kita tetap akan dibawah berjualan,” tegas Sainuddin.
Lapak yang dibangun menggunakan triplek dengan beragam ukuran. Rencananya akan dibangun 500 lapak. Sampai sejauh ini pun dikatakan Sainuddin pembangunannya telah mencapai 85 persen.
Pendirian lapak ini atas inisiatif dari para pedagang bersertifikat. Setiap lapak dikatakan Sainuddin menghabiskan dana sebesar Rp5 juta yang semuanya dari pedagang.
“Ini inisiatif kita, kita juga melakukan tanpa minta izin. Karrna selama ini kan pemerintah hanya minta jalanan, nah kita dirikan ini tidak dijalanan,” kata Sainuddin.
“Pokoknya selama persoalan belum selesai. Tapi kalau misalnya besok persialan selesai, ya kita bongkar besok. Bongkar sendiri,” imbuhnya.(nug/war/c)
Lapak Pedagang Pasar Sentral Belum Ditertibkan
