Site icon Berita Kota Makassar

NA Akui Banyak Sektor yang Bisa Dikembangkan

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) menekankan, banyak sektor yang bisa dikembangkan di provinsi ini.
Mulai dalam bidang pertanian, kelautan dan perikanan, pertenakan, pariwisata bahkan untuk mitigasi bencana pasca gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah.
Namun sayang, untuk bergerak melakukan pengembangan, Sulsel masih krisis inovasi. Salah satu jalan keluar untuk itu adalah sinergi dari semua pihak.
“Hanya sinergi yang bisa membangkitkan daerah dan berkembang, mohon izin kita membentuk Tim Percepatan Pembangunan TP2D dan saya yakin akan menjadi salah satu penggerak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada,” sebut Nurdin di sela-sela menghadiri acara yang digagas Universitas Hasanuddin.
Harapnya, dengan sumber daya manusia yang melimpah, Unhas dapat menjadi pendorong pertumbuhan kabupaten/kota di Sulsel.
Dia membeberkan, di sektor kelautan misalnya, ada pabrik rumput laut yang berlokasi di Pinrang. Namun, masih kekurangan bahan baku. Unhas dapat mengambil peran dengan menghadirkan benih unggul dengan sistem kultur jaringan.
Di bidang peternakan, bahkan Ia menantang Unhas bersama Pemprov Sulsel untuk mencanangkan pernyataan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan daging nasional.
“Kita Pemprov dan Unhas kita bikin statement Sulsel sebagai lumbung pangan daging,” ujarnya.
Sektor pariwisata, juga sebutnya sangat menjanjikan. Kabupaten Kepulauan Selayar misalnya, memiliki 130 pulau dan baru 32 pulau berpenghuni. Ia menantang Unhas menciptakan desain kapal transportasi antar pulau yang aman, layak dan manusiawi.
“Coba buatkan kami kapal bagus, intinya orang santai. Kita mau orang nyaman dan menikmati pemandangan laut, kita sudah sampai. Jurusan Teknik Perkapalan bisa mendisain (feri). Saya ingin ini menjadi kado HUT Selayar,” ungkapnya.
Dengan kehadiran kawasan-kawasan wisata baru, Ia inginkan tercipta pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Saya ingin kita ini Provinsi Sulsel dengan sektor perikanan pertanian dan perkebunan, serta sektor pariwisata harusnya yang terbesar. Jadi ini PR buat kita. Bagaimana dua tahun ke depan melampaui pendapatan dari sektor pajak kendaraan,” harapnya.
Ia membeberkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) murni Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini yang jumlahnya sebesar Rp3 triliun lebih. Angka PAD didominasi oleh pajak kendaraan sebesar 98 persen.
“Saya memohon dukungan berbagai pihak. Kita menyusun program semoga bisa sinergi dengan program Pemerintah Provinsi Sulsel dan daerah kabupaten-kota,” kata Nurdin Abdullah. (rhm)

Exit mobile version