MAKASSAR, BKM — Sebanyak 80-an pengungsi yang didominasi anak-anak ditempatkan di Yayasan Akar Panrita yang berlokasi di sebelah STIA LAN Antang. Yayasan yang sehari-harinya digunakan untuk pendidikan dasar itu, selama beberapa hari diisi oleh para pengungsi.
Namun, berhubung hari ini, Senin (8/10), murid-murid yang menimba ilmu di sana sudah bersekolah, maka para pengungsi dipindahkan ke lokasi lain.
Ketua Yayasan Akar Panrita Ahmad Hidayat menjelaskan, pihaknya sudah memindahkan pengungsi sana secara bertahap. “Kemarin (Sabtu, 6 Oktober) kami sudah memindahkan sekitar 50-an pengungsi. Sisanya, sekitar 30 orang juga akan kami pindahkan. Mungkin besok (hari ini),” ungkap Ahmad, Minggu (7/10).
Dia menuturkan, para pengungsi itu dipindahkan ke tempat yang cukup representatif, milik Dandim Sampit. Namun dia enggan merinci alamat pindahnya.
Ahmad khawatir jika tempat tersebut nantinya diserbu oleh warga, seperti yang terjadi di Yayasan Akar Panrita. Seperti diketahui, sempat beredar informasi bohon yang mengatakan jika banyak anak bisa diadopsi yang mengungsi di Akar Panrita. Akibatnya, yayasan itu diserbut oleh orang-orang yang berniat mengambil anak.
“Mohon maaf belum bisa dipublikasikan. Kami khawatir kalau ditahu, nanti ada apa-apanya. Kita cari keamanannya. Banyak yang cari anak-anak. Adopsi-adopsi,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, Sabtu (7/10), ada tiga anak yang diambil oleh ibunya.
Sejauh ini, kondisi pengungsi cukup baik. Logistik terpenuhi, malah berlebihan. Para relawan juga tetap semangat memberikan pendampingan kepada mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel Ilham Andi Gazaling menjelaskan, hingga hari kesembilan pascagempa dan tsunami Sulteng, Minggu (7/10), pengungsi yang masuk sebanyak 146 orang. Mereka tiba melalui jalur udara dengan diangkut pesawat Hercules milik TNI AU.
Total pengungsi yang sudah tertangani sejauh ini berjumlah 2.540 orang. Namun sebanyak 2.021 orang sudah dipulangkan ke tempat tujuan masing-masing. Sehingga jumlah pengungsi yang saat ini masih berada di Asrama Haji Sudiang Makassar sebanyak 519 orang.
Sejumlah stakeholder terkait lingkup Pemprov Sulsel secara bersama-sama melakukan penanganan terhadap pengungsi di sana.
Dinas Kesehatan konsentrasi terhadap kondisi kesehatan para pengungsi. Biro Umum mengkoordinir alat transportasi darat dari dan ke pelabuhan maupun bandara. Sementara logistik pengungsi dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD). (rhm/rus)
Pengungsi di Yayasan Akar Panrita Dipindah
