Site icon Berita Kota Makassar

Semua Berkat Bimbingan Ibu

MAKASSAR, BKM– Keberhasilan seseorang dalam menduduki suatu jabatan tak lepas dari campur tangan orang tua yang mendoakan anaknya untuk selalu sehat dan sukses. Apalagi, doa yang dipanjatkan oleh seorang ibu yang ia lahirkan dari rahimnya. Olehnya, itu anak meski sudah menduduki jabatan tinggi mereka tetap selalu mengingat kedua orang tuanya, khususnya sosok ibu.
Hal itupun yang dirasakan Kepala Kecamatan Wajo, Aulia Arsyad, SSTP,M.Si. Menurutnya, jabatan sebagai camat merupakan buah dari doa-doa ibunya serta bimbingan kedua orang tuanya.
“Ayah saya selalu megajarkan disiplin, dan Ibu saya mengajarkan rendah hati. Pegangan dalam melakukan tanggung jawab saya itu dari kedua orang tua saya,” tuturnya.
Mantan Lurah Malimongan, Kecamatan Wajo, mengatakan, sebagai camat ia harus mengurusi delapan kelurahan. Ia punya cara tersendiri guna memajukan kecamatan Wajo, diantaranya mengawasi aktivitas di kelurahan. Termasuk memberi teguran gudang gudang yang ada di Kecamatan Wajo.
Termasuk melirik potensi di delapan kelurahan seperti di Kelurahan Malimongan, dengan Kerajinanan peraknya, Kelurahan Mampu dengan Kue tradisionalnya, kelurahan Pattunuang dengan Budayanya, Kelurahan Melayu Baru, dengan kuliner nusantaranya, Kelurahan Butung dengan pusat pertokoannya. Saat ini Aulia Arsyad tengah membagi klaster tiap kelurahan, tanggung jawab kerja pembenahan taman taman, khususnya sekitar New Makassar Mall.
“Salah satu program Badan Usaha Lorong (BULo) menjadi andalan Pemerintah Kecamatan Wajo, dalam mengatasi inflasi sekaligus untuk menghidupkan perekonomian masyarakat di lorong-lorong Kota Makassar. Sederhana namun mengena, di mana warga di lorong-lorong diberdayakan guna mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan menanam buah dan sayuran dengan pemanfaatan ruang-ruang kosong di halaman,” jelasnya.
Iapun rencananya akan mendirikan rumah makan organik, dimana seluruh bahan diambil dari hasil produksi tanaman lorong peduli inflasi.
Mantan Sekretaris Kecamatan Wajo juga menambahkan, pihaknya akan melakukan kerja sama berbagai pihak lain untuk pemasaran hasil panen, termasuk menyepakati harga. Koordinasi dengan perusahaan perusahaan makanan agar produksi buah dan sayur tidak menimbulkan masalah baru bila mana hasil panen menumpuk.
“Ini ada strateginya, apa yang masih kurang harus disempurnakan termasuk memikirkan bagaimana strategi pemasarannya dan bagaimana jika terjadi over supply atau pun under supply,” ucapnya. (jun)

Exit mobile version