Site icon Berita Kota Makassar

Anak Korban Gempa Berterima Kasih kepada Bupati Gowa

GOWA, BKM — Tidak ada kata yang dapat diucapkan anak-anak korban gempa dan tsunami Palu, Donggala, Sigi yang saat ini hidup di pengungsiannya di salah satu rumah di Perumahan Pesona Asri di Jalan Tumanurung, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, selain ucapan terima kasih tak terhingga kepada Pemerintah Kabupaten Gowa.
Mereka berterima kasih karena keinginan mereka untuk tetap sekolah selama di pengungsian diwujudkan Pemkab Gowa. Seperti dikatakan Nur Winda Aulia (11), salah satu anak korban gempa Palu Sigi.
Winda selama ini bersekolah di Palu, Sulteng. Dia duduk di bangku kelas V. Meski tidak di Palu lagi, Winda tetap bisa melanjutkan ketertinggalannya pascagempa dan tsunami melanda Palu dan sekitarnya.
”Saat ini, saya ada di Gowa sama orang tua. Sejak gempa, semua bangunan sekolah di Palu rusak. Banyak teman saya tidak ketemu lagi. Juga guru-guru. Saya tidak tahu apa mereka masih hidup atau tidak,” kata Winda yang berhasil selamat dari bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu pada Jumat, 28 September 2018 lalu.
Kini, kenangan gempa Palu sedikit terhapus dengan keramahan Pemkab Gowa serta masyarakat Gowa yang mau menampung para pengungsi telah menjadi penawar luka yang dalam.
”Tabe pak bupati. Saya dan teman-teman berterimakasih kepada pak bupati Gowa karena sekarang kami sudah bersekolah. Berarti kami tidak ketinggalan pelajaran,” ucap Winda tersenyum ceria bersama anak-anak pengungsi lainnya didampingi Koordinator Relawan Posko Tumanurung Kabupaten Gowa, Nur Jannah. (sar/mir)

Exit mobile version