Site icon Berita Kota Makassar

Dua Mantan Bakal Calon Kades Protes, Tim P4KD Bontobiraeng Selatan Bilang Begini..

GOWA, BKM — Hanya karena namanya tak ada dalam daftar penetapan calon kepala desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, akhirnya dua mantan bakal calon kepala desa Bontobiraeng ini pun bernyanyi.

Dua mantan bakal cakades Bontobiraeng yang tak lolos itu adalah Muh Said dan Suhardi.

Karena tidak lolos dari lima calon yang mendaftar tersebut, akhirnya keduanya pun mempersoalkan dua calon bersyarat lainnya yakni MD dan MH.

Baik Said maupun Suhardi, keduanya menuding tim seleksi P4KD Bontobiraeng melakukan kongkalikong atas penetapan tiga cakades lainnya. Dimana dua cakades yang dimaksud yakni MD dan MH diakui oleh Said dan Suhardi telah memalsukan data dirinya dalam pencalonan.

Said dan Suhardi menuding jika dua nama itu yakni MD dan MH diduga memalsukan berkas administrasi saat pencalonan.

“Ini MD adalah anggota TNI yang masih aktif. Tapi dia palsukan riwayat hidupnya sebagai wiraswasta di KK dan KTPnya. Padahal saya tahu betul dia itu anggota TNI. Juga tidak ada surat pemberhentian sebagai TNI. Itukan diatur dalam UU desa. Bagi anggota TNI harus melampirkan surat pemberhentian dari institusinya,” kata Said, Rabu (10/10/2018) sore.

Said bersikeras jika MD adalah anggota TNI karena dia mengaku berteman sejak masih duduk di sekolah dasar.

Selain MD, Said dan Suhardi juga menuding MH tidak bersyarat karena tidak memasukkan ijazah terakhirnya yakni ijazah SMA.

“MH di daftar riwayat hidup dia tulis pendidikan dari SD-SMP-SMA. Tapi kenapa tidak ada lampiran ijazah SMA yang dia masukkan. Kan harus ijazah pendidikan terakhir. Dan pendidikan terakhirnya itu adalah SMA, tapi tidak dilampirkan juga. Makanya saya duga pasti ada permainan antara P4KD dengan dua cakades tersebut, buktinya loloski jadi calon,” kata Said.

Said pun membeber bahwa ada campur tangan oknum di belakang dua calon lolos itu.

“Jangan mi tanya siapa dibelakangnya. Saya tahu semua ji. Itu MD dan MH dibekingi politisi. Saya kenal ji orangnya. Dia juga yang pindahkan pleno hasil tes dari Baruga Tinggimae ke Hotel Ramedo,” ungkap Said.

Said pun memberikan opsi jika masalah ini mau diselesaikan. “Iya hanya satu permintaan saya, panitia harus lampirkan SK pemberhentian MD sebagai TNI dan ijazah SMA dari MH. Jika itu ada, maka saya akan diam,” ucap Said lagi.

Ketua Tim P4KD Bontobiraeng Selatan, Jufri, yang dikonfirmasi mengaku sudah melakukan sesuai prosedur.

“Tabe yang saya terima dari berkas calon sesuai statusnya di KK dan KTP adalah bahwa MD itu wiraswasta. Adapun statusnya TNI saya tidak tau apakah dia TNI atau bukan. Sementara kalau ijazah MH, sudah ada pengganti ijazah dari dinas provinsi,” kata Jufri.

Jufri juga menjelaskan jika berkas yang masuk dilakukan verifikasi. “Kita verifikasi sesuai berkas yang kami terima dan sesuai statusnya,” tandas Jufri. (saribulan)

Exit mobile version