MAJENE, BKM — Memasuki hari kesepuluh pascaterjadinya gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan beberapa daerah lainnya di Provinsi Sulteng, Pemerintah Kabupaten Majene, kembali mengirim 15 truk bantuan logistik untuk para korban gempa dan tsunami.
Selain 15 truk logistik dan 15 unit mobil minivan, untuk bantuan tahap kedua ini Pemkab Majene juga membawa relawan yang terdiri, atas personel dinas perhubungan, Satpol PP, Pemuda Pancasila, perawat IBI, ORARI, dan relawan Mapala PMI.
Pengiriman 15 truk logistik bantuan tahap kedua itu, dipimpin langsung Bupati Majene, Fahmi Massiara, Senin (8/10). Fahmi Massiara, di sela-sela kegiatan tersebut, mengemukakan, pengiriman tim relawan ini menggantikan tim relawan tahap pertama yang sudah kembali setelah selama sepekan membantu warga korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi.
Pengiriman logistik untuk korban gempa dan tsunami ini juga diikuti Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Majene, A Ahmad Syukri, para asisten, staf ahli Sekretariat Kabupaten Majene, sejumlah pimpinan OPD, camat, perwakilan Kabag Setda, perwakilan TP PKK Majene, serta Humas Pemkab Majene.
Fahmi berharap, perjalanan tim kemanusiaan ini tidak akan menemui hambatan dan berjalan tertib. Semoga akan berjalan tertib tidak ada yang keluar dari rombongan. Dan selama di sana nanti akan membawa dampak positif bagi korban.
Tim yang dikomandoi Asisten II Setda Majene, Dajzuli Muchtar itu, terdiri dari 25 petugas medis dari dinas kesehatan, 15 petugas RSUD Majene, lima anggota BPBD, 10 orang dari dinas sosial, dan 10 anggota PMI.
Selain sukarelawan, Pemkab Majene juga mengrimkan bantuan berupa beras, mie instan, pakaian layak pakai, tikar, mukena, jilbab, sajadah, perlengkapan mandi, sarung, dan air mineral. (int)
Majene Kembali Kirim Bantuan dan Relawan
