MAKASSAR, BKM–Calon anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Andi Mariattang menyerukan perlunya menolak politik uang pada kontestasi Pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg).
Menurut Andi Mariattang yang kini tercatat sebagai anggota Komisi II DPR RI ini, politik uang dapat merusak sistem demokrasi, hal tersebut dia rasakan secara langsung berdasarkan pengalamannya selama empat kali menjadi kontestan Pemilu. “Saya sudah empat kali berkontestasi dalam Pemilu, sistem proporsional terbuka dan tertutup sudah saya lewati. Pemilu melahirkan kapitalisasi, money politik menjadi kegelisahan bersama karena merusak sistem demokrasi” jelas Andi Mariattang ketika menjadi pembicara dalam kegiatan yang digelar Bawaslu RI baru-baru ini.
Untuk itu, mantan anggota DPRD Sulsel dua periode ini berharap ada pengawasan dan sangat menyayangkan bila hak politik masyarakat tergadai hanya karena politik uang. “Hak politik sangat penting bagi warga negara, saya pernah mengalami masa kecil dimana orang terpaksa berkumpul di rumah saya hanya karena menghindari tekanan untuk memilih satu partai politik saja, ini membuktikan mereka berjuang untuk hak politiknya, sehingga sangat disayangkan bila kini hak politik direndahkan dengan serangan money politic,”sambungnya.
Andi Mariattang berharap pemilu kali ini mampu berjalan lebih bersih dibandingkan Pemilu sebelumnya,untuk mewujudkan hal itu maka perlu ada gerakan bersama memberantas politik uang, pihaknya juga membeberkan politik uang sangat merugikan politisi perempuan yang punya integritas. “Pemilu kali ini harus ada perbedaan, perlu ada gerakan bersama membasmi politik uang, politik uang memiliki daya rusak yang tinggi, pelaku money politic sama saja dengan merendahkan martabat manusia,” imbuhnya.
Secara eksplisit, Andi Mariattang yang kini maju kembali sebagai caleg dapil Sulsel II, mengaku telah menginisiasi gerakan anti politik uang, menurutnya para caleg harus terdepan melawan politik uang, ia juga mengapresiasi kerja Bawaslu dalam melakukan pengawasan pemilu. “Money politic mengarah kepada korupsi, dalam kunjungan ke daerah saya sudah melakukan gerakan mengajak masyarakat untuk menolak politik uang, caleg harusnya paling depan melakukan gerakan anti politik uang. Saya mengapresiasi kerja Bawaslu dalam menekan politik uang dan kita perlu dukung supaya pengawasan Bawaslu semakin kuat,” terangnya. (rif)
Pengawasan Harus Menyeluruh
