Site icon Berita Kota Makassar

Almarhum Sosok Pekerja Keras dan Disukai Teman-temannya

PEKERJA keras, gigih, serta regilius. Itulah sosok pribadi mendiang Amiruddin Kasude ketika masih hidup dan bekerja sebagai staf honorer di Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat DPRD Kota Makassar.

Laporan: ARIF AL QADRY

Menurut Sri Wahyuningsih kepada penulis, pada tahun 2012 lalu, menjadi tahun mulainya Amiruddin Kasude bergabung dan bekerja di Sekretariat Humas DPRD Kota Makassar. Statusnya masih staf honorer.
Sejak memulai bekerja, mendiang sudah memperlihatkan semangat dan tanggungjawabnya melaksanakan tugas-tugasnya. Tanpa sedikitpun adanya keluhan disampaikan dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugasnya.”Bapak itu orangnya pekerja keras tanpa mau mengeluh sedikitpun,” ujar Sri.
“Andaikan disuruh memilih, saya tetap pilih suami saya. Saya sangat kehilangan sekali,” kata Sri.
Warga Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Ujung Tanah ini mengatakan,uang tersebut akan digunakan untuk membuat usaha kecil agar dapat tetap menghidupi anaknya yang masih duduk bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dari raut wajahnya, rasa haru dan senang tidak mampu disembunyikan. Meski sesekali ia mengusap air matanya yang berlinang di pipinya. Dengan suara yang bergetar, ibu satu orang anak berusaha untuk menceritakan di mana baru saja menerima uang terkahir kalinya dari mendiang suaminya melalui BPJS Ketenagakerjaan, pada Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp24 juta.
“Ini modal terakhir kali dari mendiang suami saya yang dulu bekerja sebagai staf honorer di Sekretariat DPRD Makassar bagian Humas. Saya kesini (ruang sekwan) tuk berterima kasih atas bantuannya bapak dan ibu. Sebab dengan itu dana JKM BPJS Ketenagakerjaan dicairkan dan akan saya gunakan sebagai modal usaha kecil-kecilan,” aku Sri kepada penulis.
Karakter dan kepribadiannya sehingga disenangi teman-teman sekantornya di Sekretariat Humas DPRD Kota Makassar juga berkesan sampai saat ini. Dalam penuturan Kasubag Humas DPRD Kota Makassar, Taufik Natsir, ada banyak pengalaman dan cerita dapat dikisahkan. Namun tentu butuh waktu tidak sedikit. Hanya sebagian kecil sajalah yang mampu dikisahkan mengingat waktunya terbatas saat penulis melakukan wawancara bersama Taufik di kantor DPRD Kota Makassar.
“Ada banyak pengalaman dan cerita bersama almarhum semenjak hidupnya. Cukup panjang jika diceritakan dan hingga sampai saat ini masih berkesan. Yang saya tahu itu sosok almarhum pekerja keras, rajin, dan religius di mana rajin salat dan beribadah,” sebut Taufik.
Amiruddin kata Taufik, meninggal dunia akibat penyakit diabetes atau gula yang diderita. Tahun 2018 meninggal dunia dan meninggalkan satu orang anak serta istrinya.
Iuran setiap bulan sebesar Rp150 ribu yang aktif dibayar kini telah dicairkan oleh BPJS Ketenagakerjaan langsung ke rekening isterinya. Dana santunan kematian sebesar Rp24 juta.
“Kemarin istri almarhum sudah dicairkan sebesar Rp24 juta dan langsung masuk ke rekeningnya. Kami harap bantuan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya. (arf)

Exit mobile version