MAKASSAR, BKM — Simpati terhadap korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu, Donggala, dan Sigi di Sulawesi Tengah terus mengalir. Bukan hanya kebutuhan sehari-hari, seperti sembako dan pakaian yang diberikan. Tapi juga darah.
Yayasan Kemanusian Fajar (YKF) bersama civitas Universitas Fajar (Unifa) dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Nitro menunjukkan kepedulian itu. Bekerja sama Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar, digelar aksi donor darah.
Kegiatan ini berlangsung di kampus Unifa Jalan Prof A Basalamah, Sabtu (13/10). CREv dan komunitas DDKoin terlibat langsung dalam kegiatan sosial ini. Termasuk Kelompok Sukarela (KSR) Unifa, Badan Eksekutif Mahasiswa STIM Nitro, Kelompok Pencinta Alam (Kompala) Unifa, serta Kelompok Pencinta Alam Afiliasi STIM Nitro.
Ketua YKF Mustawa Nur, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para sukarelawan yang telah mendonorkan darahnya untuk warga Palu, dan turut berpartisipasi pada aksi bertajuk Blood for Palu tersebut.
“Ini langkah kemanusian kita untuk korban bencana di Palu. Sebelumnya kita sudah bantu di Lombok. Setiap tetes darah sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulteng,” kata Mustawa.
Wakil Ketua YKF Buyung Maksum menuturkan, kegiatan donor darah yang dilaksanakan ini melibatkan banyak pihak. ”Banyak pendonor yang datang. Mulai dari mahasiswa, dosen, hingga yayasan. Paling banyak ini datang dari komunitas DDKoin,” ujarnya.
Menurut Buyung, darah yang terkumpul dalam kegiatan ini diperuntukkan bagi korban bencana di Kota Palu. Kalau pun ada lebihnya, PMI akan menyalurkannya ke rumah sakit yang memerlukan pasokan darah.
Untuk donor darah kali ini, YKF menargetkan pendonor sebanyak 100. Hal itu berdasarkan petunjuk dari PMI. Namun jika target terlampaui, maka YKF sebagai pihak penyelenggara menyerahkan ke PMI untuk disalurkan di berbagai rumah sakit yang menampung korban Palu.
“Kita cuma targetkan 100. Kenapa 100? Karena PMI juga kesulitan mendapat izin jika lebih dari itu. Sebab alat dan kersediaan space tempat tidak mencukupi. Sedangkan jika darah banyak yang dikumpulkan tidak bisa diterbangkan juga ke Palu, itu harus dimusnahkan. Pemusnahannya juga tidak bisa begitu saja. Butuh alat. Makanya, kita target 100 saja. Nanti sisanya disalurkan ke RS yang menampung pasien korban bencana Palu,” jelasnya.
YKF berharap, dengan mobilisasi yang dilakukan bersama PMI untuk korban Palu bisa tersalurkan dan menolong bagi mereka yang membutuhkan. (ita/rus)
Donor Darah Kepedulian YKF untuk Bencana Palu
