GOWA, BKM — Dua orang guru di Malakaji, Kecamatan Tompobulu masing-masing Syarifuddin Hado (guru MAN Malakaji) dan Syamsiar (Guru SMPN 1 Malakaji) mengalami luka di bagian kepalanya setelah tertimpa tiang tenda yang roboh saat mengikuti upacara, Senin (15/10/2018) pagi.
Keduanya langsunt dilarikan ke Puskesmas Malakaji. Saat itu mereka hendak mengikuti upacara pembukaan TMMD ke 103 tahun 2018 yang dipusatkan di Lapangan Malakaji, Kecamatan Tompobulu.
Kedua guru yang sedang duduk di bawah tenda itu sementara menanti jadwal upacara pembukaan TMMD dilakukan.
Sekira pukul 09.00 Wita tiba-tiba angin lembah bertiup kencang dan mengangkat rangka tenda bagian atas membuat sejumlah tiang penyanggah tenda bagian depan terlepas dan terjatuh.
Nahas bagi Syarifuddin Hado dan Syamsiar yang duduk terdepan di deretan kursi ketiga yang masih kosong karena acara memang belum dimulai.
Tiang bagian depan terjatuh tersapu tiupa angin kencang yang hanya berlangsung beberapa detik. Beberapa tiang penyanggah bagian depan jatuh sehingga nyaris membuat tenda panjang itu ambruk ke tanah.
Para personil TNI dan Polisi yang menjadi peserta upacara langsung bergerak cepat memegang tiang-tiang penyanggah lainnya kemudian memasang tiang yang jatuh lalu diikat kuat.
Sementara kedua guru yang mengalami luka serius di bagian kepala dan terus menerus mengeluarkan darah segar itu langsung dievakuasi personil TNI ke Puskesmas menggunakan ambulance.
Kadis Pendidikan Gowa, Salam yang ada di lokasi langsung mendekati dua korban. “Iya salah seorang dari korban adalah anggota saya kasihan. Semoga luka mereka tidak parah,” kata Salam.
Sementara itu Bupati Gowa, Adnan Purichta yang tiba di lokasi upacara beberapa menit setelah terjadi langsung menjalani prosesi kegiatan yang berjalan pada pulul 10.16 Wita.
Usai kegiatan Bupati Adnan bersama Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Nur Subekhi langsung menjenguk kedua guru tersebut di ruang UGD Puskesmas Malakaji.
“Bagaimana kondisi ta bu, pak…semoga tidak parah. Kalau masih agak belum kuat sebaiknya dirawat dulu. Jangan dipaksakan pulang,” sapa Bupati Adnan begitu masuk ke ruang UGD.
Hal senada disampaikan Dandim Letkol Arh Nur Subekhi. Dandim juga mengaku merasa kaget lantaran angin tiba-tiba bertiup kencang dan menbuat dua guru tersebut terluka karena tertimpa tiang tenda.
Baik Syarifuddin Hado maupun Syamsinar keduanya mengaku sudah baikan setelah mendapatkan tindakan medis. Syarifuddin Hado mendapatkan lima jahitan di bagian tengah kepala dan Syamsiar tujuh jahitan juga pada bagian tengah kepalanya. (saribulan)
