MAKASSAR, BKM — Event Makassar International Eight Festival and Forum 2018 telah resmi ditutup, Minggu malam (14/10). Ini merupakan gelaran terakhir di masa kepemimpinan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Syamsu Rizal.
Lantas, jika Danny –sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto– tak lagi menjabat, bagaimana nasib F8 selanjutnya?
Kegiatan bertaraf Internasional ini telah mengundang perhatian dari banyak kalangan. Tak hanya dalam negeri. Melainkan juga dari luar negeri.
Karena itu, Danny berjanji dirinya tetap akan berkontribusi positif terhadap penyelenggaraan F8 berikutnya, walaupun tidak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di kota ini.
“Siapapun wali kota Makassar nanti, saya akan bikin formula dan event ini ke depan. Saya akan wariskan kepada pejabat yang baruat,” ujarnya, kemarin.
Danny menambahkan, penyelenggaraan F8 merupakan event yang mampu menghadirkan nuansa baru bagi masyarakat Kota Makassar. Dengan acara ini, Kota Makassar dapat dikenal tidak hanya lokal, melainkan internasional.
“Walaupun bukan saya wali kota Makassar, saya akan bantu. Ini bukan persoalan politik. Tapi persoalan Makassar,” tandasnya.
Pengunjung Lampaui arget
Hingga hari keempat pelaksanaannya, pengunjung yang menghadiri pagelaran F8 sudah jutaan orang. Pemerintah kota yang sebelumnya menargetkan sebanyak 1,5 juta pengunjung selama acara berlangsung, kini telah mencapai rarget.
Terhitung baru hari keempat, pengunjung yang datang sudah tercatat sebanyak 1.971.622 orang. Rinciannya, di hari pertama sebanyak 305.894 pengunjung. Hari kedua 365.917 orang. Hari ketiga 543.456 orang. Dan hari keempat 756.355 pengunjung.
Angka tersebut sudah di atas target. Jumlah ini dipastikan masih akan bertambah hingga penutupan usai.
Membludaknya pengunjung yang datang ke F8 memberi pengaruh terhadap keuntungan kalangan usaha. Beberapa hotel yang terletak di sekitar pelaksanaan F8 merasakan langsung dampaknya. Misalnya Hotel Aryaduta dan Hotel The Rinra.
Marcom Hotel Aryaduta Makassar Natalia mengatakan, selama F8 berlangsung, hampir separuh tamunya merupakan tamu-tamu F8. Saat ini, okupansi Hotel Aryaduta telah tembus 90 persen. Bukan hanya tamu yang berasal dari Sulsel saja, namun beberapa tamu dari luar Sulsel menginap di hotel ini.
“Kami memiliki 224 kamar. Hampir separuhnya diisi tamu F8. Mereka membooking sekitar 70-an kamar,” kata Natalia.
Aryaduta memberikan harga kamar paling murah Rp800 ribuan. Bahkan kamar di hotel ini ada yang seharga Rp1,7 jutaan. Namun, dikatakan Nathalia, para tamu tidak mempersoalkannya. Hal ini dikatakannya demi akses dekat ke panggung F8.
“Kafe kami juga sangat ramai. Revenuenya tumbuh 15-20 persen dari hari-hari biasa,” tambahnya.
Sama dengan Hotel Aryaduta, Hotel The Rinra juga okupansinya sedang naik. Apalagi puluhan tamu-tamu F8 dari mancanegara juga semuanya menginap di sana.
Marcom Hotel The Rinra Azis Munawir mengatakan, okupansi tertinggi Hotel The Rinra sendiri ada pada saat hari pembukaan F8, yakni mencapai 80 persen. Jumlah itu naik cukup signifikan dibanding hari biasanya.
“Tamu-tamu VIP, seperti para duta besar dan perwakilan negara nginap disini. Booking 80 kamar. Di sini kami punya 175 kamar. Jadi memang separuhnya itu tamu F8,” kata Azis.
Bukan hanya hotel, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Makassar juga kebagian untung. Beberapa tenant UKM di F8 mendapat transaksi yang lumayan baik.
Untuk hari pertama saja, jumlah transaksi sebesar Rp2,5 juta. Sedangkan untuk hari kedua, jumlah transaksi mencapai Rp3 juta. Tiga hari gelaran selanjutnya jumlah transaksi belum terekap. Namun, dikatakan Evy, jumlah transaksi tiga hari ini diperkirakan lebih tinggi lagi.
Event yang bertaraf internasional ini melibatkan berbagai pelaku usaha. Setidaknya ada 20 pelaku UKM yang turut berpartisipasi memeriahkan F8 tahun ini. Keterlibatan para UKM tersebut juga sebagai meperkenalkan produk UKM mereka.
Kepala Dinas Koperasi (Diskop) Kota Makassar Evy Aprialty, mengatakan jika beragam produk UKM yang ditampilkan dan dijual selama F8. Produk UKM yang dilibatkan mulai dari kuliner hingga aksesoris.
“Produk yang turut dijajakan mulai dari kuliner dan aksesoris. Seperti pisang ijo, empek-empek, es buah, bakso, pallu butung, minuman markisa, green tea, coklat, dan es buah. Selain itu juga ada keripik pisang, kacang krispi dan kerajinan, yakni songkok to Bone, gantungan kunci, dan bros dompet eceng gondok,” jelas Evy. (nug/rus/b)
