Site icon Berita Kota Makassar

Adnan: Jangan Mau Jadi Kades Hanya Karena ADD

GOWA, BKM — Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2018 di Kabupaten Gowa akan dilakukan 27 Oktober pekan depan.

Sebanyak 69 desa pada 16 kecamatan pelaksana Pilkades di Gowa dengan calon sebanyak 244 orang siap bertarung.

Mereka akan berjuang meraih suara terbanyak pada 258 TPS yang disiapkan P4KD masing-masing.

Polres Gowa pun melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Desa Praja 2018 yang dirangkai simulasi Pilkades digelar, Selasa (16/10/2018) siang di pelataran Istana Tamalate kompleks Museum Istana Balla Lompoa Kabupaten Gowa.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan agenda mensimulasikan beberapa pengamanan dilakukan jajarannya mulai dari tahap pengamanan gudang logistik Pilkades, tahap pemungutan suara di TPS, pengawalan kotak suara dari TPS ke kantor desa serta tahap pengamanan penghitungan suara di kantor desa.

“Simulasi ini dilakukan dalam rangka menghadapi berbagai situasi yang diperkirakan dapat terjadi selama berlangsungnya tahapan Pilkades serentak yang dijadwal laksana 27 Oktober 2018 ini. Dengan pelaksanaan simulasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran serta pemahaman tentang mekanisme pemungutan suara di TPS kepada seluruh personil yang akan melaksanakan pengamanan nanti,” kata Kapolres.

Terkait sanksi, Shinto membeberkan jika terjadi implikasi yang mengarah pada tindak pidana seperti memanipulasi data yang tercantum pada Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen maka akan dijerat sanksi 6 tahun penjara.

Karena itu dirinya berharap, dengan adanya apel dan simulasi ini, segala bentuk kecurangan bisa dihindari jelang pemilihan ini, sehingga pemilihan calon kepala desa bisa berjalan sukses dan aman.

Kapolres Gowa pun menjamin keamanan bagi warga untuk menggunakan haknya pada pemilihan nanti.

“Makanya kami lakukan simulasi ini dan menghadirkan calon kepala desa agar bisa mengerti dan mematuhi peraturan pemilihan yang telah kita buat. Siapapun yang memanipulasi data Pilkades maka sanksinya 6 tahun penjara,” tandas Kapolres.

Sementara itu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan didampingi sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa mengapresiasi pelaksanaan simulasi Pilkades ini. Menurut Adnan simulasi yang dilakukan Kepolisian merupakan bentuk antisipatif terjadinya kecurangan para pelaksanaan Pilkades yang serentak di selenggarakan di Gowa pada 27 Oktober pekan depan.

Adnan yang bertindak sebagai pemimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Desa Praja 2018 ini mengungkapkan calon kepala desa harus memiliki program sejalan dengan program Pemkab Gowa agar percepatan pembangunan bisa tercapai.

“Tidak boleh ada desa yang jalan sendiri. Programnya harus singkron dengan program Pemkab Gowa, agar pembangunan bisa lebih cepat. Dan saya ingatkan para calon untuk tidak termotivasi menjadi kepala desa hanya karena adanya dana desa yang semakin besar. Para cakades harus berkomitmen membangun desa karena ingin memajukan Kabupaten Gowa bukan sekadar karena ADDnya,” tandas bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa
sekarang yang mengawasi dana desa sangat banyak mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, BPK, BPKD hingga KPK.

“Jadi harus betul-betul kerja. Dan para calon kepala desa tetap menjaga kebersamaan, meskipun kalah nantinya tapi saling merangkul sehingga visi misi bisa digabungkan yang akhirnya percepatan pembangunan bisa jalan dengan tujuan kita mensejahterakan masyarakat. Saya yakin jika kita punya komitmen yang kuat Gowa bisa jadi contoh pelaksanaan pemilihan kades di Sulsel,” kata Adnan. (saribulan)

Exit mobile version