PAREPARE, BKM — Eksodus asal Palu, Donggala Sulteng terus bertambah terutama yang anak-anak. Mereka dititip belajar setiap sekolah di Kota Parepare.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Sulsel Andi Selle mengatakan data perhari ini, Senin (15/10) sudah mencapai 67 orang eksodus di tiga kabupaten/ kota. Barru, Parepare, Sidrap. Terbanyak adalah Sidra. 44 siswa/i, Parepare 20, Barru hanya tiga 3 orang.
“Kita terima sebagai titip belajar di setiap sekolah yang ada di tiga kab/kota, karena banyak yang datang tidak memiliki berkas sama sekali apalagi pakaian sekolah bahkan ada diantara mereka sudah hilang anggota keluarganya,” ujar Selle.
Kepala SMKN 2 Parepare, H Fattahuddin ditemui di ruang kerjanya mengatakan piahknya ada dua orang peserta didik titipan korban gempa dan tsunami dari Palu, Sigi dan Donggala. Mereka Yusuf Zainuddin kelas 2 teknik audio vidio (tav) masuk (9/10). Andriyansah kls 2 masuk tanggal (15/10).
“Kita terima dari sekolah asal sesuai kompetensinya dan sebagai titipan belajar di sekolah sesuai kompetensi akan diselesaikan administrasinya menyusul juga disiapkan Pakai putih abu-abu dan pramuka mereka berdua itu
Tinggal dengan om di Parepare dan ada juga di Suppa,” ujar Fatahuddin, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK di Parepare.
Kacab Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Sulsel di tiga kab/kota Barru, Sidrap, Parepare.
”Kami tetap menunggu jika ada datang melaporkan diri sebagai titip belajar dari korban gempa Sulteng,” jelasnya. (mup/C).