GOWA, BKM — Instalasi Pengolahan Air (IPA) Malakaji yang terletak di Kecamatan Tompobulu kini telah berdiri. Sebentar lagi proses pembangunan IPA Malakaji yang akan mensuplay empat desa di dataran tinggi ini rampung terbangun.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan pun telah meninjau kondisi pembangunan IPA Malakaji yang menelan anggaran miliaran rupiah ini.
Adnan saat meninjau IPA Malakaji pada Senin (15/10/2018) lalu disela pembukaan TMMD ke 103 yang dipusatkan di Kelurahan Malakaji, Kecamatan Tompobulu berharap kehadiran pengolahan air ini mampu menyelesaikan problem kekurangan air bersih di Tompobulu.
Karena itu Adnan pun mengimbau masyarakat Malakaji agar bersama-sama menjaga sumber air baku yang dipusatkan di sumber air Desa Rappolemba tersebut.
“IPA Malakaji ini akan melayani empat desa di Tompobulu yakni Desa Bontobuddung, Datara, Tanete dan Kelurahan Malakaji. Ini adalah
program pro rakyat dengan membangun sarana kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat Tompobulu saat ini,” jelas Adnan saat meninjau didampingi Danrindam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Rafael Granada Bay, Kasrem 141 Toddopuli Letkol Inf Bobi dan Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Nur Subekhi.
Bupati Gowa berharap pembangunan IPA Malakaji ini bisa rampung November mendatang.
“Ini bagian dari upaya kita dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Semua pihak dapat mendukung program ini dengan tetap menjaga lingkungan agar tetap terjaga sumber air di intake karena jika tidak ada air baku maka proyek berbiaya milliaran rupiah ini akan sia-sia saja dan masyarakat sendiri akan merugi dan akan kesulitan air bersih,” tandas bupati.
Bupati juga meminta kepada masyarakat agar tidak ada lagi yang tebang pohon di atas sumber air baku agar resapan air tetap tersedia.
“Masyarakat dan pemerintah serta aparat harus menyadari pentingnya lingkungan,” tambah Adnan.
Terpisah Dirut PDAM Tirta Jeneberang Gowa Hasanuddin Kamal kepada Beritakota Makassar, Rabu (17/10/2018) siang via WhatsApp mengatakan, IPA Malakaji ini akan melayani minimal 2.000 pelanggan sambungan rumah (SR).
“Ini awal. Kita estimasi dulu hingga 2.000 sambungan rumah dan kita upayakan bisa dioperasikan akhir tahun 2018 ini,” kata Hasanuddin Kamal. (saribulan)
