MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mulai fokus pembenahan drainase serta kebersihan lingkungan di 15 kecamatan menjelang datangnya musim penghujan awal November mendatang.
Bahkan Danny sapaan akrab wali kota ingin melihat dan mengevaluasi kerja-kerja 15 camat dan 153 lurah dalam menyambut musim penghujan.”Saya tak ingin lagi Makassar menjadi tempat genangan air. Berbagai upaya pun akan kita lakukan untuk menanggulangi banjir yang kemungkinan bisa terjadi di musim penghujan tahun ini. Saya juga memerintahkan seluruh camat dan lurah untuk bekerja ekstra,” ujar Danny, Rabu, (17/10).
Danny menambahkan, ia telah merencanakan akan melakukan gerakan kerja bakti. Gerakan kerja bakti ini ditujukan untuk mengontrol persiapan drainase bebas sedimen.
Gerakan ini rencananya akan mengerahkan masyarakat yang ada di Kota Makassar. Tujuannya tentu membersihkan beberapa drainase dan gorong-gorong di Kota Makassar dari berbagai sedimen seperti sampah dan lainnya. Sedimen-sedimen ini diketahui adalah salah satu penyebab Makassar kerap mengalami banjir jika musim hujan tiba.
Danny pun merencanakan akan melakukan gerakan ini dua kali sebelum musim hujan tiba yang diperkirakan datang awal November.
“Menyambut musim hujan, kita akan lakukan dua kali lagi, bikin gerakan kerja bakti bersama mengontrol persiapan drainase bebas sedimen, nanti teknisnya,” kata Danny singkat.
Terpisah, anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Susuman Halim mengatakan, genangan air yang smepat terjadi di Jalan Urip Sumoharjo saat hujan dua hari lalu menjadi rujukan untuk segera membenahi insfrastruktur seperti drainase. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar segera melakukan perbaikan-perbaikan saluran drainase. Sehingga potensi banjir dan genangan air musim hujan tahun ini bisa hilang.
“Antisipasi banjir dan genangan air tahun ini harus ada dari pemerintah kota. Harus ada perbaikan-perbaikan saluran drainase sehingga musim hujan tahun ini ruas jalan atau wilayah bisa hilang atau berkurang jumlahnya yang tergenang maupun banjir,” sebut Sugali, kemarin.
Jika anggaran atau dana menjadi alasan pemerintah kota tidak melakukan perbaikan drainase, tambah Sugali, itu hanyalah omong kosong. Di mana hampir semua rapat-rapat yang digelar selalu mengarah dan bahkan fokus membahas penganggaran perbaikan saluran drainase.
“Fokus penganggaran kita kemarin ada pada rangkaian perbaikan saluran drainase. Satgas drainase juga sudah ada masing-masing kecamatan. Jadi kita berharap ini tidak ada lagi genangan dan bajir di Makassar musim hujan tahun ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG wilayah IV Makassar, Siswanto mengatakan, kondisi arah kecepatan angin sudah mulai bergeser. Jika pada musim kemarau arah angin lebih kuat dari timur, maka saat ini angin sudah mulai bergeser dari selatan ke barat daya.”Kami prediksikan sebentar lagi musim hujan akan tiba di awal November,” katanya.(nug-arf/b)
