Site icon Berita Kota Makassar

Kapolres Gowa Pimpin Prosesi Adat Pergantian Jaga Pasukan Tubarani

GOWA, BKM — Mengenakan baju adat jas tutup warna hitam dipadu sarung sabbe cura’labba’ dan songkok guru, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga berdiri tegap memimpin upacara adat prosesi pergantian jaga Pasukan Tubarani Museum Istana Balla Lompoa.

Prosesi adat ini berlangsung di pelataran Museum Istana Balla Lompoa, Rabu (17/10/2018) pukul 17.00 Wita.

Hadir dalam upacara adat itu Asisten II Pemkab Gowa Mappasomba mewakili Bupati Gowa, Kajari Gowa Susanto, dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga pada kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan adat yang rutin digelar Pemkab Gowa setiap tanggal 17 di bulan berjalan.

Prosesi ini menurut Shinto adalah simbol kesakralan sebuah situs sejarah yang patut dilestarikan. Unik dan sakral itulah argumen yang dilontarkan Kapolres Gowa usai memimpin upacara tersebut.

Terpisah Asisten II Pemkab Gowa Mappasomba mengatakan, sudah menjadi rutinitas di lingkup museum Istana Balla Lompoa ini digelar pergantian jaga pasukan Tubarani.

“Jadi setiap bulan itu para pasukan jaga yang berjumlah 17 orang ini akan berganti jaga dengan pasukan lainnya. Jadi mereka akan bertugas menjaga museum dan kawasan istana ini selama sebulan penuh siang dan malam. Dan begitu tiba tanggal 17 di setiap bulannya maka pasukan yang jaga ini akan diganti pasukan baru lagi,” jelas Mappasomba.

Proses pergantian jaga ini ditandai penyerahan panji-panji penjagaan dari pasukan Tubarani (pasukan kerajaan, red) yang telah berjaga selama sebulan penuh kepada pasukan jaga yang baru dan akan menjalankan tugas penjagaan selama satu bulan ke depan.

Prosesi adat inipun sudah menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Kabupaten Gowa. Bahkan prosesi pergantian jaga pasukan Tubarani ini pun berhasil menyabet sertifikat wisata nasional Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kemendikbud yang diserahkan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid kepada Pemkab Gowa diwakili Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni pada Rabu (10/10/2018) lalu di Gedung Kesenian Jakarta. (saribulan)

Exit mobile version