MAKASSAR, BKM — Dua orang lelaki meringis kesakitan di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bhayangkara. Kakinya bocor. Petugas medis langsung melakukan tindakan. Proyektil peluru yang bersarang di kakinya berhasil diangkat.
Mereka adalah Muh Amir Jalal. Berusia 20 tahun. Satu rekannya adalah Hendrik. Umurnya 20 tahun. Keduanya warga Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya.
Keduanya baru saja mendapat tindakan tegas dari tim gabungan Resmob Polsek Biringkanya, diback up Timsus Polda Sulsel.
Usai mendapat perawatan medis, mereka selanjutnya digelandang ke Mapolsek Biringkanaya. Kemudian dijebloskan ke balik jeruji besi, Kamis (18/10).
Panit Timsus Polda Sulsel Ipda Artenius MB yang memimpin proses panangkapan ini. Sebenarnya, ada tiga orang tersangka dalam tindak pidana pencurian yang disertai kekarasan (curas) ini. Mereka dikenal cukup sadis kala beraksi.
Dari ketiganya dua orang terpaksa mendapat tindakan tegas lantaran melakukan perlawanan saat digiring dalam pengembangan kasus. Mereka diminta menunjukkan barang bukti hasil rampokannya.
”Saat dibawa pengembangan kasus, keduanya menyerang petugas,” ujar Ipda Artenius.
Sebelumnya, lanjut Artenius, ketiga komplotan tersangka melancarkan aksinya di wilayah hukum Polsek Biringkanaya. Mereka merampas motor korban dengan terlebih dahulu mengancamnya menggunakan sebilah parang.
”Kelompok ini bersenjata parang dan tak segan-segan melukai korbannya,” tambah Artenius.
Mengacu pada laporan korban di Mapolsek Biringkana, kemudian petugas turun melakukan pengejaran. Dua tersangka, Amir dan Hendrik terciduk di tempat berbeda dalam wilayah Biringkanaya.
Saat diinterogasi, keduanya mengakui perbuatannya yang telah melakukan perampokan motor. Dari tangan keduanya disita barang bukti berupa satu unit motor Honda Beat warna biru yang sudah dimodifikasi. Satu unit gawai merk Xiomi warna hitam. Serta sebilah parang panjang yang digunakan menodong korbannya.
Sementara satu rekannya bernama Risaldi, berhasil diringkus
di Jalan Ujung Batu, Desa Bontojai, Kecamatan Tamalate, Kabupaten Jeneponto. Satu pelaku lainnya yang sudah dikatongi identitasnya, kini masih buron. (ish/rus)
Bersenjatakan Parang, tak Segan Lukai Korban
