MAMUJU, BKM — Sebanyak 30 pengurus koperasi dari enam kabupaten di Provinsi Sulbar telah mengikuti pelatihan terkait cara pengelolaan koperasi yang baik. Sehingga setelah mengikuti pelatihan ini, mereka sudah bisa mengelola koperasinya masing-masing menjadi lebih baik lagi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Sulbar, Drs H Amir Maricar MM, mengemukakan, pemberian pelatihan perkoperasian kepada pengurus dan anggota koperasi sebagai tanggung jawab dalam melakukan pembinaan dan memberikan peningkatan kualitas terhadap para pelaku perkoperasian di Provinsi Sulbar.
”Pemberian pelatihan ini sebagai tanggung jawab kami dalam memajukan peran perkoperasian di Sulbar. Dalam memajukan perkoperasian, harus juga ada kemauan dan keseriusan dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Materi yang telah disajikan para pemateri agar dapat diserap dengan baik. Sehingga akan menambah ilmu dalam melakukan pengelolaan manajemen perkoperasian bagi anggota dan pengurus koperasi di Sulbar,” kata Amir Maricar di hadapan para peserta pelatihan yang berlangsung di Hotel Berkah beberapa hari lalu.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Disperindagkop dan UKM Sulbar, Drs Darman, MAP, mengharapkan kepada para peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini secara baik. Begitu pula materi yang disajikan agar dapat disimak secara baik.
”Ilmu yang telah disampaikan para pemateri yang termasuk pakar dibidangnya, agar dapat disimak secara baik. Sehingga pemahaman dalam mengelola koperasi yang lebih baik lagi dapat meningkat. Bagi para pengelola koperasi yang telah mengikuti pelatihan ini, ada sebuah prestasi kemajuan dalam menumbuhkembangkan terhadap peran perkoperasian bagi anggota koperasi se-Sulbar,” kata Darman.
Bahrul Ulum Ilham, SPd, MM dari Balakop Makassar, menyatakan kepada para peserta pelatihan, dalam mengelola koperasi harus penuh keseriusan. Juga, harus membangun manajemen pengelolaan koperasi yang baik. Sehingga nantinya bisa memberi manfaat kepada para anggtanya.
Pemateri lainnya, Andi Syamiluddin, SPd, MAg, menyatakan, para peserta diharapkan kemampuannya dalam mengikuti pelatihan ini. Mereka harus mampu menyerap dan memahami setiap materi yang disampaikan para pemateri.
Dimana, materai dari hasil pelatihan ini dapat dijadikan acuan untuk mengelola koperasinya dengan baik setelah mereka kembali ke daerah masing-masing. Sehingga koeprasinya bisa tumbuhan dan lebih berkembang lagi.
Sementara itu, Faridah ST, mengatakan, dengan adanya berbagai macam materi yang disampaikan para pemateri dapat menjadi acuan untuk lebih menumbuhkan koperasinya masing-masing secara maksimal. (ala/mir/c)
Disperindagkop Bertanggung Jawab Bina Pengelola Koperasi
