Site icon Berita Kota Makassar

Orang Tua Diminta tidak Nikahkan Anak Diusia Muda

MAMUJU, BKM — Seluruh orang tua yang memiliki anak remaja untuk tidak menikahkan anak-anaknya diusia muda. Karena hal tersebut merupakan salah satu upaya mendukung pencegahan kanker serviks.
Juga, mendorong anak-anak untuk lebih melibatkan diri dengan berbagai kegiatan positif remaja, baik yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. Imbauan ini disampaikan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, pada acara seminar kesehatan reproduksi yang dilaksanakan BKKBN perwakilan Sulbar, di Ballroom Hotel d’Maleo, Senin (15/10).
Ia juga menyampaikan kepada kaum ibu agar senantiasa menjaga kesehatan reproduksinya dengan menerapkan pola hidup sehat. Sehingga terhindar dari penyakit kanker alat reproduksi.
Dengan demikian, dapat mewujudkan keluarga yang sehat, mengutamakan keselamatan, kesehatan ibu dan anak, baik secara mental, fisik, dan lingkungan. Gubernur juga mengharapkan adanya dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat untuk secara bersama-sama melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit kanker serviks untuk mewujudkan ibu yang sehat, remaja yang sehat, keluarga yang sehat dan malaqbi.
Gubernur juga sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena dapat memberikan informasi penting khususnya dalam pencegahan dan deteksi dini kanker alat reproduksi bagi kaum ibu dan bagi semuanya.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Andi Rita Mariani, menjelaskan, kanker leher rahim/serviks menjadi pembunuh nomor satu perempuan di Indonesia. Setiap tahun, tidak kurang dari 15.000 khusus kanker serviks terjadi di Indonesia. Demikian juga masih tingginya angka kelahiran diusia remaja perempuan usia 15 sampai 19 tahun. Berdasarkan hasil survey demografi kesehatan Indonesia tahun 2017, yaitu 103 per 1.000 perempuan melahirkan.
Lanjut Andi Rita, berdasarkan Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, mengatakan, tugas BKKBN adalah pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.
“Salah satu implementasi yang kita lakukan di dalam tugas ini adalah melalui program berencana dan kesehatan reproduksi. Maksud dan tujuan seminar ini adalah sebagai salah satu wadah informasi yang akurat tentang kesehatan reproduksi kepada kaum ibu dan orang tua yang memiliki putri. Sekaligus menjamin pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi setiap individu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi,” ucap Rita Mariani.
Selain Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, Kepala perwakilan BKKBN Sulbar, Andi Rita Mariani, juga turut hadir dr Nugraha Utama Pelupessy, dr Samrichard Rambulangi, para kepala OPD Sulbar, ibu PKK Sulbar, ibu Bhayangkari Sulbar, ibu Persit Kartika Kartika Chandra Kirana Sulbar, unsur dinas kesehatan, serta undangan lainnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version