Site icon Berita Kota Makassar

Peserta Diminta Ikuti Pelatihan Secara Baik

MAMUJU, BKM — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Provinsi Sulbar kembali menggelar pelatihan perkoperasian. Sama seperti pelatihan sebelumnya, pelatihan di Hotel Berkah ini diikuti 30 orang pengelola koperasi dari enam kabupaten di Provinsi Sulbar. Pelatihan berlangsung selama dua hari atau pada Jumat dan Sabtu (12-13/10).
Pembukaan pelatihan dilakukan langsung kepala Disperindagkop dan UKM Sulbar, Drs Amir Maricar, MM. Sedangkan materi pelatihan dibawakan Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Disperindagkop dan UKM Sulbar, Drs Darman, MAp, Salman Sahmad, SPd, MPd, staf ahli gubernur Sulbar Bidang Ekonomi, serta pemateri lainnya dari Balakop Makassar, yakni Andi Samiluddin, SPd, MAg dan Muh Hisyam Said, SSos, MSi.
Pada kesempatan tersebut, Amir Maricar mengatakan, para pengelola koperasi yang telah mengikuti pelatihan agar ada sebuah perubahan peningkatan dalam manajemen pengelolaan secara baik.
”Sehingga usai mengikuti pelatihan ini, ada nilai tambah positif terhadap perkoperasian bagi pengelola koperasi se-Sulbar,” papar Kadis.
Amir Maricar juga menitipkan kepada para peserta untuk melakukan rapat anggota tahunan. Sehingga akan berjalan administrasi sesuai pada RAT. ”Kami harapkan koperasi dapat dikelola secara baik. Untuk itu, para peserta dapat mengikuti pelatihan ini secara baik. Sehingga dapat memahami cara pengelola koperasi yang baik,” ujar Kadis Amir Maricar.
Sementara itu, Darman saat menyampaikan materinya, mengatakan, para pengelola koperasi yang telah mengikuti pelatihan ini dapat lebih meningkatkan perannya dalam pengelolaan dan pengembangan perkoperasian di daerahnya masing-masing.
”Kami berharap, dengan pelatihan pengelolaan perkoperasian ini mereka dapat lebih memajukan perkoperasian di Provinsi Sulbar untuk kembali bangkit. Juga, mereka akan lebih maju dan tumbuh berkembang secara maksimal,” ujar Darman.
Akmal Hidayah, pemateri dari staf khusus gubernur Sulbar bidang perekonomian, menyampaikan, dalam mengelola manajemen perkoperasian, maka dilakukan mulai dari senyum. Jika pemimpin dari pengelola koperasi itu ramah terhadap anggotanya, maka tentu pengelolaan koperasi itu akan berjalan baik dan mampu untuk dikembangkan dan tumbuh secara maksimal.
”Saya sarankan kepada para pengelola koperasi haruslah mampu mengelola secara maksimal dengan meningkatkan pola kemajuan dalam menumbuhkembangkan terhadap peran perkoperasian,” ujarnya.
Begitu pula dengan penyampaian salah seorang pemateri lainnya, Bahrul Ulum Ilham. Dikatakan, para pengelola koperasi yang ikut dalam pelatihan ini agar dapat mengikuti materi yang diberikan secara maksimal. Materi agar dijadikan sebagai acuan dalam mengelola perkoperasian. (ala/mir/c)

Exit mobile version