GOWA, BKM — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengajak para agen perubahan berkomitmen dengan pemerintah menuju Gowa bersih dan Gowa menjadi Kota tanpa kumuh.
Ajakan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama tersebut di sela pembukaan Forum Daerah Badan Keswadayaan Masyarakat (FD-BKM) yang dikemas dalam kegiatan Jambore One Day di Danau Mawang, Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Minggu (21/10/ 2018).
Disela membuka kegiatan yang diikuti seluruh kader BKM dan KPP se Kecamatan Somba Opu ini, Adnan mengatakan, penanganan permukiman kumuh menjadi tantangan yang rumit bagi pemerintah kota/kabupaten karena selain merupakan masalah, di sisi lain ternyata merupakan salah satu pilar penyangga perekonomian kota.
Berangkat dari cita-cita bangsa dan memperhatikan berbagai tantangan yang ada, pemerintah menetapkan penanganan perumahan dan permukiman kumuh sebagai target nasional yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Dikatakan Adnan, kegiatan pembangunan infrastruktur skala lingkungan yang dimotori oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) pada Program Kotaku dan kegiatan kolaborasi lainnya di tingkat kelurahan adalah dalam rangka pencapaian nol kumuh pada tahun 2019.
Sebagai keberlanjutan atas aset yang telah terbangun maka dibutuhkan komunitas-komunitas sebagai pemelihara dari pemanfaat langsung atas kegiatan yang telah terbangun selama ini dengan menggunakan dana yang cukup besar.
Untuk tahun anggaran 2018 Kabupaten Gowa mendapat alokasi DIPA untuk BDI sebesar Rp 11.550.000.000 yang tersebar pada 10 kelurahan dan jumlah dana yang telah terserap sebesar Rp 11.500.000.000 dengan progress fisik sebesar 82 persen.
Sementara empat kelurahan lainnya yang hingga kini belum tersedia DIPA-nya menunggu proses revisi DIPA dan semoga dalam waktu dekat ini juga bisa direaliasikan.
Sementara untuk realisasi dana kolaborasi yang bersumber dari APBD I dan APBD II serta pihak swasta dan swadaya masyarakat selama tahun 2018 adalah sebesar Rp 6.119.786.500.
Dengan pencapaian diatas maka harapannya kerja-kerja kolaborasi dapat lebih ditingkatkan lagi kedepannya.
“Atas capaian tersebut diatas, harapannya agar dapat terus berkelanjutan dan terpelihara seiring dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, maka wadah yang paling diharapkan untuk menjadi motor penggerak kegiatan ini adalah Komunitas Forum BKM, KPP bersama Forum Komunitas Peduli Kotaku dalam upaya menuntaskan kumuh di Kabupaten Gowa,” tandas Adnan.
Untuk pengembangan kapasitas di tingkat masyarakat, BKM bersama aparat lurah dan KSM/KPP pada masing-masing kelurahan se-Kecamatan Somba Opu mendapat dana Pengembangan Kapasitas Masyarakat sebesar Rp
140.000.000 dimana Kabupaten Gowa berada pada posisi pertama dengan progres penyerapan dana sebesar Rp 121.065.000 atau 86 persen.
Posisi Kabupaten Gowa ini berada di atas progres Provinsi Sulawesi Selatan yang baru mencapai 60 persen dari 14 kota/kabupaten lokasi intervensi Program Kotaku.
Karena itu Bupati Gowa mengajak masyarakat untuk mensukseskan pembangunan dengan kerjasama empat pilar.
Sementara itu Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat Provinai Sulsel Mustaba S dalam kesempatan itu mengatakan dalam RPJMN 2015-2019 disebutkan bahwa salah satu sasaran pembangunan kawasan permukiman adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan melalui penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 38.431 hektar (Ha).
Untuk itu, kata Mustaba, seluruh program di Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat lebih difokuskan untuk mewujudkan
permukiman yang layak huni hingga tercapai 0 Hektar kumuh tanpa menggusur.
“Oleh karena itu, Ditjen Cipta Karya menginisiasi pembangunan platform kolaborasi untuk mewujudkan permukiman layak huni melalui Program Kotaku tersebut,” kata Mustaba.
Mustaba pun menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Gowa yang telah mengalokasikan dana replikasi yang bersumber dari APBD II setiap tahunnya sejak tahun 2015 hingga 2018 sebesar Rp 3.913.000.000.
“Dan tak lupa kami apresiasi yang luar biasa kepada Tim Korkot Gowa atas kerja keras dan pencapaiannya selama ini,” jelas Mustaba kepada Nurliah Ruma selaku Korkot Gowa.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekkab Gowa Muchlis, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, Dandim 1409 Letkol Arh Nur Subekhi, Ketua Pengadilan Negeri Gowa Ismail, Kajari Gowa Susanto, para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa dan para Kepala Satker PKP dan PPK Gowa dan Camat Somba Opu Indra Wahyudi Yusuf dan undangan lainnya.
Terpisah Koordinator Kota (Korkot) Gowa, Nurliah Ruma mengatakan kedepannya harus dipisahkan mana target BDI dan mana target kolaborasi dalam menuntaskan deliniasi kumuh di Kabupaten Gowa.
” Harapan kita bersama, Pokja PKP bisa memulai dengan membangun pilot project pada satu kelurahan yang dikeroyok bersama dengan menggandeng CSR-CSR yang bisa diakses,” kata Nurliah Ruma. (saribulan)
