Site icon Berita Kota Makassar

Persaingan Caleg Baru dan Petahana Hasil PAW

MAKASSAR, BKM–Peluang antara calon anggota legislatif (caleg) yang baru dengan caleg yang lama meski hasil pergantian antara waktu (PAW) tetap sama. Untuk itu, semua caleg yang dipilih langsung oleh masyarakat berdasarkan suara terbanyak tanpa mempedulikan nomor urutan sehingga caleg harus bisa punya strategi untuk mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya saat pencoblosan.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Andi Haris mengatakan peluang caleg baru dan caleg PAW meski dari hasil PAW posisinya sama. Peluang inilah yang harus digunakan kedua caleg ini untuk meraih suara terbanyak di Pileg mendatang. “Saya kira terpilih tidaknya, itu termaksud sejauh mana caleg ini menggalang suara. Kalau misalnya kontribusinya besar ke masyarakat, baik caleg baru atau caleg Incumbent PAW masih punya peluang untuk duduk,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (19/10).
Menurut Andi Haris, kedua caleg ini perlu kerja keras disisa waktu yang tidak lama lagi. Terlebih menurutnya walaupun caleg petahana sebelumnya telah meraup banyak suara, namun selama lim tahun belakangan tidak ada kerja, tentu peluangnya kecil.
Anggota DPRD Makassar hasil PAW, Andi Amirullah Djaya mengaku walaupun dirinya baru menjabat sebagai anggota dewan, namun kerja untuk pileg 2019 telah dipersiapkannya, termasuk menambah tim pemenangan agar dapat menambah jumlah konstituennya. “Saya sudah menggarap konstituen, menambah lagi konstituen. Kalau peluang sudah pasti ada, saya sedikit-sedikit menggarap ini tim-tim yang ada di Dapil saya,” ucapnya.
Amirullah Djaya juga mengaku jika masyarakat sudah merasakan hasil kerjanya di DPRD Makassar meskipun baru beberapa bulan menjadi wakil rakyat, sehingga dirinya juga berpeluang untuk duduk kembali di DPRD Makassar.
Sedangkan salah satu caleg Partai Hanura Sulsel Faradilah yang memilih pindah dapil pada daerah pemilihan yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru dan Parepare, mengatakan bahwa sebagai salah satu caleg baru di dapil yang bisa di katakan persaingannya ketat membuat dirinya harus turun lebih awal agar bisa di kenal pada masyarakat.
“Kalau saya pribadi sebagai caleg baru tidak ada alasan untuk tidak turun lebih awal, karena selain bekerja untuk partai kita juga bekerja untuk diri sendiri agar bisa duduk pada pileg 2019 yang akan datang,”ujar Faradila yang sebelumnya menjadi caleg di dapil V meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai.
Adapun langkah awal yang di lakukan anggota DPRD Sulsel pengganti Andi Takdir ini dengan rutin melakukan pertemuan keluarga yang ada di dapil yang saat ini dirinya pilih agar bisa bersaing dengan incumben, meskipun masih terbagi waktunya karena masih melakukan sosialisasi perda di dapil yang lama. (Ita/rif)

Exit mobile version