MAMUJU, BKM — Sebanyak 30 pengelola koperasi dari enam kabupaten di Provinsi Sulbar mengikuti pelatihan tentang perkoperasian. Pelatihan ini dilaksanakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koprasi (Disperindagkop) dan UKM Provinsi Sulbar di Hotel Berkah Mamuju pada pekan lalu.
Pelatihan ini sudah kali kali kedua dilaksanakan Disperindagkop dan UKM Sulbar dibulan Oktober 2018 ini. Kepala Disperindagkop dan UKM Sulbar, Drs Amir Maricar, MM menyampaikan kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya.
”Materi yang disajikan para pemateri agar dapat disimak secara baik dan dijadikan sebuah masukan untuk menambah kemampuan dalam mengembangkan pengelolaan perkoperasian bagi pengelola koperasi yang ada dimasing-masing kabupaten se-Sulbar,” kata Amir Maricar.
Amir mengatakan, setelah mengikuti pelatihan agar para pengelola perkoperasian ada suatu perubahan dalam pengembangan terhadap pengelolaan perkoperasian bagi pengelola koperasi dimasing-masing kabupaten untuk maju dan mampu berkembangn terhadap perkoperasian bagi pengelola koperasi ini.
Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Disperindagkop dan UKM Provinsi Sulbar, Drs Darman, MAp, para pengelola koperasi yang telah mengikuti pelatihan ini dapat memperoleh nilai tambah dalam pemahaman dan pengembangan perkoperasian.
”Ini sangat penting untuk lebih meningkatkan kualitas pemahaman terhadap pengembangan pengelolaan perkoperasian bagi pengelola koperasi. Untuk itu, para peserta agar dapat lebih fokus dan menempatkan waktunya dalam berperan mengikuti pelatihan ini secara tekun. Sehingga para peserta dapat memiliki tambahan ilmu dalam pengelolaan perkoperasian bagi pengelola koprasi,” paparnya.
Sementara itu, Salman Sahmad, SPd, MPd, selaku pemateri dari Balakop Makassar, mengatakan, para peserta agar dapat menyimak apa yang dipaparkan para pemateri. Sehingga bisa dijadikan acuan dalam pengembangan perkoperasian bagi pengelola koperasi ditiap kabupaten di Provinsi Sulbar ini.
Andi Syamiluddin, SPd, MAg, menyampaikan, agar materi yang disajikan dapat disimak dengan baik. Sehingga bisa dijadikan pedoman dalam pengelolaan perkoperasian di daerahnya masing-masing.
Pemateri lainnya, Hisam Said, SSos, MSi, mengatakan, para peserta agar dapat memiliki kemampuan menganalisa secara baik terhadap setiap materi yang disajikan. Sehingga akan dijadikan acuan dalam pengembangan pengelolaan perkoperasian di daerahnya. Sehingga mampu tumbuh pesat untuk menjadikan sebuah kemajuan pada perekonomian masyarakat.
Tambah Kemampuan Dalam Pengembangan Perkoperasian
