MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja dari tiga perusahaan daerah (Perusda) yang belum memberikan harapan positif. Tiga perusda tersebut yakni PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR), PD Rumah Potong Hewan dan PD Terminal Makassar Raya.
Danny sapaan akrab wali kota mengatakan, saat ini ketiga perusda tersebut masih dalam tahap pembinaan dan belum diberikan target besar untuk pendapatan asli daerah (PAD).”Realisasi deviden dari tiga perusda tidak sesuai harapan Pemerintah Kota Makassar. Padahal potensi perusahaan sangat besar. BPR dan RPH, dan terminal kita tidak beri target pendapatan, targetnya mereka itu ya membenahi,” ungkapnya.
Danny juga mengkritisi pendapatan dari PD Parkir Makassar Raya. Meski ada kenaikan Rp1,5 miliar, namun jauh di bawah target. Danny sendiri mengatakan bahwa target dari parkir seharusnya bisa mencapai Rp5 miliar.
“Parkir naik, tapi kan target kita Rp5 miliar. Ini harus ada usaha-usaha yang jelas. Sebenarnya kan sampah dan parkir ini harus paling tinggi, karena sebagai kota dunia, pendapatan dari kedua itulah yang harusnya tinggi,” kata Danny.
Olehnya itu, dalam pergantian direksi sebelumnya, Danny meminta kerja-kerja maksimal yang dilakukan terhadap direksi yang baru untuk mendapatkan PAD yang tinggi.
Menyikapi hal itu, Direktur Umum Rumah Potong Hewan (RPH), Beni Iskandar mengakui, RPH di 2018 tak punya andil dalam meningkatkan PAD. Ada beberapa faktor yang tak bisa disebutkan Beni mengapa RPH sampai tak punya harapan.
“Iya memang di 2018, tak ada yang bisa diberikan dari RPH. Saya kan dirum baru ini, baru diangkat. Sepertinya ada beberapa faktor yang menyebabkan itu, tapi saya juga kurang tahu, karena itu kebijakan direksi lama,” kata Beni.
Beni pun mengatakan jika dirinya akan segera membenahi RPH. Ia sendiri punya target di 2019 nanti, RPH bisa menyumbang Rp200 juta untuk PAD Kota Makassar.
“Di 2019 saya lihat kita punya potensi. Kita juga punya target. Sekiranya kita bisa dapat Rp200 juta,” tambah Beni.
Beberapa inovasi pun siap ia canangkan. Seperti RPH direncanakannya akan membuat produk sendiri, jadi bukan hanya sebagai tempat singgah orang memotong hewan saja. Selain itu, dirinya juga akan mengupayakan mempercepat diberikannya izin halal kepada RPH.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto juga memberi apresiasi positif terkait peningkatan realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2018 dari target yang telah tetapkan.
Danny sapaan akrab wali kota mengaku, total realisasi penerimaan PAD Kota Makassar 2018 hingga November 2018 ini mencapai Rp1,6 triliun. Angka ini naik Rp200 miliar dari total PAD sebelumnya yang hanya Rp1,4 triliun.
Pendapatan terbesar ada pada retribusi sampah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bahkan penghasilan dari sampah yang semula hanya Rp9 miliar, kini mencapai Rp20 miliar.
“Karena sampah ini memang potensinya besar sekali kalau dikelola dengan baik. Bahkan kita naikkan itu loh distribusi sampah,” kata Danny.
Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Irwan Adnan menuturkan dari 11 jenis pajak yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar. PBB masuk lima besar penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.
“PBB ini masuk lima besar penyumbang terbesar PAD Kota Makassar yakni 20 hingga 25 persen selain pajak BPHTB,” ungkapnya.
Olehnya itu dirinya berharap kepada seluruh wajib pajak yang belum membayar hingga waktu yang telah ditetapkan agar segera membayar.(nug/b)
