MAKASSAR, BKM — Peristiwa miris terjadi di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Tepatnya di Fakultas Kedokteran.
Tujuh orang mahasiswa keperawatan terjebak dalam lift kurang lebih dua jam lamanya. Mulai pukul 08.35 hingga 10.08 Wita, Senin (22/10). Kejadian dipicu oleh padamnya listrik.
Di jam tersebut, tujuh mahasiswa hendak naik ke lantai III dan IV gedung Komisi Etik dan ruang perkuliahan. Mereka adalah Andi Dewi Sumaya (20), Sarina (20), Andi Mappasallang (20), Arfan Irwan (20), Fachril (19), Elzakinah (19), dan Amilia (20).
Menurut pengakuan mahasiswa, mereka sudah sering menggunakan lift tersebut untuk dapat naik ke lantai tiga dan empat. Mereka terjebak selama hampir dua jam dengan kondisi AC mati. Tak ada oksigen di dalam.
“Panik, Kak. Karena kita di dalam itu penuh dan tidak ada oksigen. Teman-teman yang lain (perempuan) sudah panik dan menangis. Kita cuman pencet bel saja, sama minta pertolongan di luar. Karena baru satu menit, pintu lift tertutup dan tiba-tiba mati,” ungkap seorang mahasiswa yang terjebak di lift, kemarin.
Saifullah, salah seorang pegawai Fakultas Kedokteran Unhas menuturkan, tujuh mahasiswa keperawatan itu terjebak di lift ketika lampu padam. Peristiwa ini kerap terjadi jika lampu padam. Sementara genset untuk lift sudah rusak.
“Sering memang. Tapi biasanya tidak adaji yang terjebak kayak tadi (kemarin). Dua jam di dalam. Ada memang mesinnya itu mau diganti karena sering mati. Kalau kekurangan oksigen mahasiswanya, tidakji. Karena tadi ada teknisi liftnya langsung datang untuk buka paksa dan kasih minum dan makanan di dalam supaya tidak kekurangan oksigen,” jelas Saifullah.
Walaupun terjebak hampir dua jam di dalam Lift, diakui Saifullah, tidak sampai menyebabkan ke tujuh mahasiswa itu dilarikan di rumah sakit. Lift yang berada di FK Unhas itu, diketahui hanya dapat menampung maksimal muatan delapan orang. Pengoperasiannya sudah kurang lebih 6 tahun.
“Posisi mereka di lift antara lantai satu dan dua. Makanya agak susah kita bongkar paksa liftnya, karena di tengah-tengah. Jadi kita tunggu teknisinya. Beruntungnya cepatji mereka dapat pertolongan,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Devisi Komunikasi Unhas Suharman Hamzah, membantah jika tujuh mahasiswa tersebut terjebak dilift selama dua jam. “Tidak sampai berjam-jamji,” cetusnya.
Meski begitu, Suharman mengakui ada masalah pada lift tersebut. Ia juga sudah mengimbau kepada pengurus di fakultas untuk selalu mengecek kondisi lift tersebut apakah layak digunakan.
“Lift itu punya periode dan waktu pemeliharaan. Semoga konsisten mengeceknya. Untuk mahasiswa, lebih bagus pakai tangga saja kalau mau naik,” sarannya. (ita/rus)
Jebakan Lift di FK Unhas
