Site icon Berita Kota Makassar

Kikis Politik Uang Seperti Pahat Gunung Es

MAKASSAR, BKM–Mengikis upaya politik uang atau money politik yang diduga dilakukan sejumlah calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Kota di Sulsel seperti bagaimana memahat patus es.
Hal tersebut diungkapkan Presiden nasional koalisi perempuan Indonesia Risniati Aziz ketika melakukan kunjungan keredaksi harian berita kota makassar digedung graha pena lantai III , Senin (22/10).
Dihadapan redaktur politik harian berita kota makassar Arif Situju, Rosniati mengemukakan bahwa praktek korupsi selain akan merugikan masyarakat itu sendiri, juga merugikan daerah sebab kualitas pembangunan itu juga akan berkurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Dan ini teman-teman perempuan yang hadir saat ini mereka juga gelisah dan semuanya bisa marah menghadapi situasi itu, tetapi mungkin orang mengatakan bahwa apa yang kita lakukan hari ini mungkin bilang itu impossible itu bisa mengubah segalanya, tetapi paling tidak saya selalu mengatakan bahwa kita pemahat gunung es. Kita bisa memulai dari diri kita,”ujarnya.
Rosniati yang datang bersama sejumlah aktivis perempuan, termasuk koalisi aktivis perempuan Sulsel, Solidaritas perempuan Sulsel, Yasmip Sulawesi, LBH Apik dan koalisi perempuan parlemen mengungkapkan sejumlah keprihatiannya atas kondisi perpolitikan jelang pemilu legislatif (pileg) di daerah ini.
Ada beberapa masalah yang terungkap, namun belum dapat penanganan yang memuaskan, baik dari penyelenggaran hingga peserta pemilu itu sendiri.
Presiden nasional koalisi perempuan Indonesia Rosniati Aziz mengemukakan ada sejumlah ketimpangan dalam perpolitikan di Indoensia, khususnya di Sulsel. Sebut saja pemasangan alat peraga kampanye (APK) milik partai dan caleg tertentu yang terpasang disejumlah tempat yang tidak diperbolehkan menurut peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).
Ironisnya, APK tersebut tetap saja dibiarkan oleh KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Salah satu alasan Bawaslu tidak bersikap lantaran KPU belum menyediakan APK untuk caleg dan partai, padahal jadwal kampanye sudah berlangsung selama sebulan.
Selain itu, potensi politik uang mulai menggejala di sejumlah wilayah. Bahkan Rozniati Aziz mewanti-wanti pemilih hati-hati menyikapi ulah politisi yang bisa menghalalkan segala cara.
“Menghadapi situasi sosial yang terjadinya mengarah pada tindakan korupsi, kalau ada orang berani melakukan money politik pasti juga akan berpikir bagaimana uang itu kembali. Kita semua tauh bahwa gaji anggota DPRD hanya berapa sehingga kalau misalnya berani jor-joran sampai sekian miliar itu pasti tidak masuk akal dan ujung-ujungnya pasti akan kembali ke praktek-praktek yang justru merugikan masyarakat,”ujar Risniati.
hadir diantaranya, politisi Hanura Makassar Yuniar Tompo, politisi PBB Makassar Seniwati dan dua caleg Golkar Sulsel yakni Rizda Novendry dan Rismila. (rif)

Exit mobile version