Site icon Berita Kota Makassar

Di Ruang Sidang, Jamaah Abu Tours Teriak “Bakar”

MAKASSAR, BKM — Jamaah korban penipuan biro umrah dan travel PT Abu Tours meluapkan kekesalannya. Mereka melontarkan teriakan ”bakar” ke arah terdakwa bos PT Abu Tours, Hamzah Mamba. Bahkan sejumlah agen yang hadir juga ikut meneriaki terdakwa dengan kata ”perampok”.
”Bakar…bakar saja itu,” teriak mereka. Saat itu, Hamzah Mamba baru saja memasuki ruang sidang. Agenda persidangan yang berlangsung, Senin (22/10) untuk mendengarkan keterangan saksi.
Erma Aspan menjadi saksi dalam persidangan kali ini. Ia adalah agen PT Abu Tours.
Dalam keterangannya, Erma menyampaikan di hadapan majelis hakim bahwa awalnya ia menjadi agen Abu Tours karena teriming-iming promo umrah. Setelah bergabung, dirinya berhasil memberangkatkan jamaah sebanyak 80 orang.
Selanjutnya, di tahun 2017 ia berhasil mengumpulkan jamaah sebanyak 400 orang. Mereka telah membayar biaya perjalanan umrahnya. Emma kemudian menyetor ke Abu Tours sekitar Rp12 miliar melalui cek tunai dan transfer ke rekening Abu Tours.
Hingga pada akhirnya, setelah melakukan manasik umrah pada malam harinya, ia mendengarkan kabar jika jamaahnya tidak bisa diberangkatkan.
”Kita sudah manasik. Malanya saya dengar kabar batal diberangkatkan. Harus menambah Rp15 juta karena ada kenaikan pajak di Arab sebesar 5 persen,” ungkap Erma.
Erma mengaku, saat itu ia sempat menangis tatkala jamaahnya yang mencapai ratusan marah. Apalagi sampai mengira Erma telah menipu mereka. Jamaah kemudian mendatangi rumah Emma sekitar jam enam pagi dan melakukan pengancaman.
“Mereka (jamaah) mengancam saya dan akan memporak-porandakan rumah saya. Itu terjadi tepat di depan anak saya,” ungkap Erma.
Segala upaya telah dilakukan Erma untuk mengetahui penyebab gagalnya jamaah berangkat. Ia sudah menemui Hamzah Mamba di rumah makan Lae-lae. Juga mengiriminya pesan di media sosial.
Tapi, kata Erma, terdakwa Hamzah Mamba (terdakwa) terus berkilah. Kala itu Abu Tours tengah mencari investor untuk memberangkatkan jamaah yang tertunda keberangkatannya.
Erma mengakui bahwa sejak menjadi agen, dirinya telah kehilangan biaya pribadi hingga Rp2 miliar.
Selain itu, selama menjadi agen, tidak ada perjanjian yang diberikan Abu Tours. Sehingga ia merasa dirinya beserta ribuan agen lainnya hanya dimanfaatkan oleh Abu Tours. (mat/rus)

Exit mobile version