GOWA, BKM — Anti Corruption Summit (ACS) 2018 yang digelar oleh KPK RI dalam rangka Konsolidasi Gerakan Anti Korupsi Berbasis Akademisi dan Perguruan Tinggi se Indonesia di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Rabu (24/10/2018) berlangsung seru.
Acara yang diikuti 158 orang peserta dari berbagai kampus dan aktivis anti korupsi di seluruh Indonesia ini menjadi ajang diskusi bergengsi bagi Pemkab Gowa. Sebab Bupati Adnan Purichta turut menjadi salah satu pembicara bersama sejumlah nara sumber lainnya diantaranya Luky Djani dari Institut for Strategic Intitavies dan Wisnu Juwono dari Universitas Indonesia.
Dihadapan peserta ACS tersebut,
Adnan menyebutkan sinergi akademisi dan pemerintah dalam kebijakan publik.
Adnan mengatakan kebijakan publik merupakan aturan yang mengatur kehidupan bersama yang harus ditaati dan berlaku mengikat seluruh warganya. Begitupun dengan perguruan tinggi atau akademisi, harus berperan penting dalam mengeluarkan pendapat yang akhirnya menghasilkan sebuah kebijakan yang baik untuk publik (masyarakat).
“Perguruan tinggi atau akademisi harus ikut serta dan berperan aktif dalam berbagai kebijakan, baik terkait dengan kebijakan pemerintah maupun terlibat langsung terutama dalam kajian-kajian,” ucap Adnan.
Adnan pun mengungkap di Kabupaten Gowa sejak diberlakukannya pendidikan dan kesehatan gratis pada 2008 silam, sinergi berbagai pihak termasuk perguruan tinggi dalam implementasi kebijakan publik sudah berjalan dengan baik.
“Dalam mengambil sebuah keputusan, Pemerintah Kabupaten Gowa harus melalui kajian yang matang, seperti adanya perencanaan. Disinilah pentingnya peran akademisi sebelum pemerintah mengambil kebijakan yang akan menentukan arah pembangunan di Kabupaten Gowa,” kata Adnan.
Adnan juga memaparkan beberapa kebijakan yang diberlakukan di Kabupaten Gowa, salah satunya mengenai Sistem Sekolah Berkelanjutan (SKTB) dan penghapusan calistung (baca tulis dan berhitung) pada jenjang kelas 1 dan 2 sekolah dasar.
“Usia 0-8 tahun merupakan usia keemasan bagi anak. Karena itu bagi kami di usia itu belum pantas diajarkan membaca menulis dan menghitung. Yang tepat bagi kami adalah pembentukan karakter anak. Dan saya yakin inilah investasi kita yang paling baik di masa akan datang,” kata Adnan.
Adnan juga mengungkapkan kerjasamanya dengan pihak KPK RI yang telah dilakukannya selama dua tahun berjalan ini. Pemkab Gowa selama dua tahun berjalan telah melibatkan KPK dalam progres pelaksanaan pembangunan.
“Saya satu-satunya kepala daerah di Sulsel yang meminta langsung KPK untuk mengasistensi setiap pengerjaan proyek yang dilakukan di Wilayah Kabupaten Gowa. Semoga kerjasama ini bisa terus ditingkatkan kerjasama, alhamdulillah kerjasama ini sudah berjalan dua tahun. Besokpun akan dilaksanakan monev di Kabupaten Gowa, semoga dengan ini kita bisa membangun bangsa Indonesia lebih baik dan sejahtera di masa yang akan datang,” tandas Adnan diuplause peserta diskusi di ACS tersebut. (saribulan)
