Site icon Berita Kota Makassar

Program GKP Kembali Disosialisasikan, Ini Pesan Sekkab Gowa

GOWA, BKM — Program Gowa Kabupaten Pendidikan (GKP) kembali disosialisasikan Pemkab Gowa melalui Dinas Pendidikan Gowa, Kamis (25/10/2018) pagi di Baruga Tinggimae rujab Bupati Gowa.

Dalam sosialisasi tahun kedua pelaksananaan program GKP ini Pemkab Gowa juga melibatkan sejumlah SKPD lingkup Pemkab.

Adanya pelibatan SKPD ini menurut Kabid Pembinaan Pendidik dan Ketenagapendidikan Disdik Gowa yang juga selaku Koordinator GKP, Syarifuddin Kulle, guna mendapatkan saran masukan dari para pimpinan SKPD untuk keberlangsungan GKP ke depan.

Syarifuddin  menjelaskan,  GKP sudah masuk pada tahun kedua di Gowa dan pelaksanaan program ini merupakan implementasj dari janji politik Bupati dan Wabup Gowa  Adnan Purichta Ichsan dan Abd Rauf Malaganni pasca Pilkada 2015 lalu.

Sejak program GKP ini dijalankan, kata Syarifuddin, sudah terbentuk tim kerja GKP sebanyak 99 orang yang terdiri dari guru-guru pilihan yang direkrut masing-masing lima orang perwakilan guru dari 18 kecamatan di Gowa.

Disebutkan jika kerja-kerja GKP ini akan melakukan pengawasan melekat pada 411 SD dan 109 SMP yang ada di Gowa.

“Jadi dalam penjabaran kerja GKP ini para tim kerja di dalamnya melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembelajaran, pengajaran dan pengawasan baik kepada para siswa, para guru, para pegawai sekolah serta kepsek dan pengawas sekolah. Jadi tim kerja GKP ini akan memotret aktivitas anak didik, tenaga pendidik dan para pengawasan apakah rajin atau malas, apakah sekolahnya sudah memenuhi beberapa standar pendidikan dan sebagainya,” jelas Syarifuddin.

Sementara itu Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis yang membuka sosialisasi sekaligus sebagai pemateri dalam sosialisasi didampingi Sekdis Pendidikan Gowa, Andi Budiman Badillah mengatakan ada empat program andalan dalam GKP yakni terciptanya sistem persekolahan, terciptanya sentra edukasi, terbentuknya kampung Inggris (English Camp) dan berdirinya Universitas Syekh Yusuf.

Muchlis pun menjabarkan sistem persekolahan yang dimaksud. Sistem persekolahan itu kata dia yakni sistem persekolahan secara manajerial yang meliputi sekolah berbasis IT, berbasis ramah anak dan berbasis ramah lingkungan. Dan sistem persekolahan secara akademik meliputi sistem kelas tuntas berkelanjutan (SKTB) dan Imtaq Indonesia.

“Inilah sasaran andalan yang kita fokuskan dalam GKP ini. Selain itu ada hal yang hilang saat ini dalam budaya mendidik anak-anak kita. Yang hilang itu adalah terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan serta kebudayaan yang berkarakter yang dilandasi semangat gotong royong. Ini yang hilang dan inilah yang kita fokuskan dalam GKP ini. Kita berharap dengan Gowa Kabupaten Pendidikan maka terbentuk generasi berkualitas di Gowa yang ditunjang sarana prasarana yang menunjang,” jelas Muchlis.

Diakui dilema di Gowa saat ini adalah masih sangat dibutuhkannya tenaga guru untuk mengkafer puluhan ribu murid dan siswa yang berada di 411 SD dan 109 SMP. Jumlah guru di Gowa saat ini (di luar honorer) mencapai 8.200-an orang, namun jumlah ini masih sangat kurang untuk mengkafer para murid dan siswa yang menyebar di SD dan SMP saat ini. (saribulan)

Exit mobile version