GOWA, BKM — Penerimaan CPNS khusus untuk formasi kategori 2 (K2) yang dialokasi sebanyak 65 orang di Kabupaten Gowa, ternyata hanya didaftari 56 orang honorer K2. Karena pendaftarnya kurang otomatis ada 9 kuota di formasi K2 ini yang lowong.
Meski kurang namun diakui pihak BKPSDM Gowa, ke 56 orang tersebut lulus verifikasi berkas.
“Untuk kekurangan 9 kuota pada Formasi K2 itu kami sudah coba mengusulkan ditambahkan dari formasi umum. Namun sejak saya usulkan penambahan itu pada rapat bersama BKN di pusat, hingga kini belum ada respon atau jawaban pihak Kemenpan RB apakah disetujui atau tidak,” jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gowa Muhammad Basir ditemui di kantornya, Jumat (26/10/2018).
Diakui Basir, kurangnya pendaftar K2 karena terkendala pembatasan usia maksimal 35 tahun dengan masa pengabdian paling rendah 10 tahun. Aturan ini berdasarkan PANRB No 36/2018.
“Makanya ke 56 honorer K2 ini belum bisa dipastikan aman sebab jenjang seleksi CPNS tahun ini cukup ketat. Ada standar nilai untuk kelulusannya. Karena memang standar kelulusan pada formasi umum dan K2 itu berbeda. Ini sebenarnya keluhan yang dirasakan para tenaga honorer di sini baik pada tenaga pendidikan maupun tenaga kesehatan. Tapi karena ini syarat dari pusat, dan perekrutannya juga dari pusat kita harus patuhi. Karena syarat inilah makanya pendaftar K2 kurang,” tambah Basir didampingi Kasubid Formasi dan Pengadaan Pegawai Arham Rahmat.
Selain itu kata Basir, meski ke 56 ini telah lulua berkas namun masih diwajibkan mengikuti tes CAT dimana tes CAT ini ada beberapa jenis yakni sistem CAT Mandiri, CAT BKN dan CAT UNBK.
Sementara menyoal lokasi dan jadwal ujian menurutnya belum ada hingga saat ini. Pihak BKPSDM Gowa masih menunggu dari BKN pusat.
“Hasil rapat kemarin dengan BKN Perwakilan Sulsel mengatakan belum keluarnya jadwal dan lokasi ujian karena belum terekapnya hasil verifikasi berkas dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel,” tambah Arham. (saribulan)
