SIDRAP, BKM — Muh Idris dan Nadrah binti Latase (I Nade) kini telah resmi menjadi pasangan suami istri (pasutri). Prosesi ijab kabul berlangsung di Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, Rabu malam (24/10).
Acara yang dilanjutkan dengan resepsi menjamu para tetamu ini berlangsung ramai. Tenda yang dipenuhi kursi tak mampu menampung seluruh tamu yang hadir. Saling bergantian mereka mengabadikan pasangan yang terpaut usia 45 tahun itu dengan kamera gawainya masing-masing.
Muh Idris (20) dan I Nade (65) dinikahkan oleh Palwih Rahman, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Panca Lautang. BKM menemui kedua pasutri baru ini usai ijab kabul. Mereka mengaku bahagia dengan pernikahannya.
”Saya bahagia setelah menikah. Tidak pernah malu. Ini namanya jodoh. Tuhan mengatur takdir kami,” tutur I Nade yang diamini suaminya.
Usai resepsi pernikahan, pasangan ini sudah punya rencana. Semuanya akan mereka dahului dengan melakukan ziarah ke makam keluarga. Selanjutnya kunjungan silaturahmi ke Enrekang, tempat keluarga Idris bermukim.
“Begitu juga di Sidrap, kami akan ziarah kubur. Khususnya di kuburan suami saya yang sudah meninggal dunia,” ucap I Nade. Suami pertama I Nade bernama Sukardi berpulang ke rahmatullah pada tahun 2005 lalu.
Setelah semuanya selesai, Idris akan kembali menjalani rutinitas kesehariannya seperti sediakala. Berkebun cengkeh di Suli, Kabupaten Luwu. Tepatnya di Dusun Ponori, Desa TembokE, Kecamatan Larompong.
”Kebetulan ada rumah di sana. Insyaallah kita akan tinggal berkebun di sana. Doakan ya, semoga kami bahagia dan sehat selalu,” imbuh I Nade.
Bagaimana I Nade kelak melayani suami yang jauh lebih muda darinya? Dengan sedikit canggung, Nadrah menyatakan siap lahir batin melayani suaminya kapan pun dia inginkan.
“Namanya juga suami, Pak pasti akan saya layani kapan pun. Saya juga sudah periksa di bidan Puskesmas Bilokka, katanya masih bisa,” ucapnya sambil tersenyum.
Nadrah berharap, kelak Tuhan bisa memberikannya keturunan dari pernikahan keduanya ini. ”Semoga anak anakku nanti, Pak,” ujarnya disertai tawa keluarga lainnya.
Pernikahan pasangan ini telah viral di media sosial (medsos). Tidak heran jika resepsi berlangsung heboh. Penonton membeludak dan meluber hingga badan jalan. Kemacetan parah di poros Soppeng-Pangkajene, Sidrap pun tak terhindarkan. Polsek Panca Lautang mesti turun tangan mengatur arus lalulintas.
Sejumlah warga yang diwawancarai, menyebut pernikahan Idris dan Nadrah mengalahkan pesta artis penyanyi dangdut Evi Masamba. ”Ini betul-betul heboh. Jalanan macet. Kalau dilihat, ada ribuan orang yang datang di sini,” ungkap Nirwana, warga Soppeng yang sengaja datang untuk melihat langsung viralnya pesta pernikahan ini.
Beragam komentar warga menyusul pernikahan keduanya. ”Dallena (rezekinya) I Nade. Kami ini masih gadis belum dapat jodoh. Sementara I Nade dapat pemuda. Ganteng lagi,” ungkap Gusnah Eling.
Pesta pernikahan ini mengundang perhatian banyak kalangan. Salah satunya Wakil Ketua DPRD Sulsel Syahruddin Alrif. Termasuk Kapolsek Panca Lautang Iptu Hary Luthfi.
H Syahar mengaku hadir di resepsi pernikahan Idris-Nadrah, setelah melihat berita yang heboh di kampung kelahirannya. “Saya sampai penasaran ingin melihat. Kebetulan juga warga di desa ini dekat dengan saya. Makanya dari Makassar langsung ke sini,” ujarnya.
Sekretaris DPW Nasdem Sulsel itu juga mengaku, bahwa pernikahan ini merupakan terheboh di Indonesia per hari ini. Karena usianya cukup jauh.
”Ini yang namanya rahasia ilahi. Tuhan yang telah menentukan semua jodoh manusia. Kita harus belajar dari sunnah Rasulullah Saw,” ucapnya.
Syaharuddin berharap, semoga dari pernikahan ini, pasangan Idris-Nadrah menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
“Kami harap tidak hanya resepsinya yang ramai. Tapi bisa menjaga hubungan bahagia mereka selama-lamanya,” tandasnya. (ady/rus/b)
”Saya Sudah Periksa ke Bidan, Masih Bisa….”
