Site icon Berita Kota Makassar

Angkat Bicara Soal “Politikus Sontoloyo

POLITISI Partai Nasdem Sulsel, M Rajab ikut angkat bicara terkait istilah “politikus sontoloyo” yang dilontarkan Presiden Joko Widodo saat acara pembagian 5.000 sertifikat lahan di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10).
Menurut M Rajab yang juga juru bicara DPW Nasdem Sulsel ini, “politisi sontoloyo” itu harus dilihat dari konteks lawan frase “politisi baik-baik” yang diungkapkan Jokowi. “Politisi yang baik itu, politisi yang masih mengedepankan objektifitas dalam menilai kebijakan pemerintahan,”ujar Rajab, Jumat (26/10).
Menurut Rajab yang juga Wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel ini politisi sontoloyo adalah politisi yang tahunya hanya menyalahkan. Apapun kebijakan pemerintah itu dianggap salah. Walaupun kenyataannya kebijakan itu sangat dibutuhkan rakyat. “Kebijakan alokasi dana untuk keluruhan memang merupakan aspirasi masyarakat kelurahan selama ini, dengan melihat adanya alokasi dana desa. Dan itu untuk percepatan pembangunan di tingkat kelurahan,”jelas mantan Ketua KPU Luwu Utara ini.
Rajab yang kembali menjadi caleg melalui dapil Luwu Raya ini menilai jika politisi sontoloyo itu bukan ditujukan pada satu kelompok tertentu. Tetapi ditujukan kepada siapapun yang memiliki sifat seperti yang disebutkan Jokowi.
“Jokowi sudah menjawab dengan baik terkait dana kelurahan itu, bahwa dana itu untuk menggerakkan pembangunan di tingkat kelurahan. Jangan terlalu dipolitisir kebijakan itu,” jelas Rajab.
Menurutnya, istilah “politisi sontoloyo” itu, sesuai dengan kondisi yang ada sekarang. Yaitu soal banyaknya kritikan yang diarahkan ke Jokowi, padahal sudah banyak kebijakan pemerintah yang pro rakyat. “Itulah Jokowi, dia tidak berbasa-basi dalam menjawab kritikan, tapi langsung pada pokok permasalahan. Dan Jokowi menggunakan istilah sehari-hari dalam melabeli sebuah fakta yang tidak objektif dalam memberikan penilaian,” pungkasnya. (rif)

Exit mobile version