MAKASSAR, BKM — Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahapan uji kompetensi mulai digelar Jumat (26/10). Instansi yang pertama melaksanakannya adalah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) RI.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar Sayadi mengatakan, total peserta seleksi CPNS yang mendaftar di Kemenkumham sebanyak 11.998 peserta. Mereka mengikuti tes di RRI Makassar.
Menurut Sayadi, di sesi awal sebanyak 111 peserta tidak hadir. Tes kompetensi dasar ini menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Tes).
Tidak ada kendala berarti yang ditemukan panitia saat pelaksanaan uji kompetensi di hari pertama. Hanya saja, panitia dibuat panik lantaran terjadi error system pada menit-menit awal.
Pelaksanaan tes seharusnya dimulai pukul 08.00 Wita. Namun molor, dan baru dimulai pada pukul 10.30 Wita.
“Jadi pada sesi pertama itu, server sempat mengalami masalah selama 10 menit. Itu karena servernya kaget lantaran bersamaan mengakses. Jadinya agak error,” kata Sayadi.
BKN menyiapkan waktu lima hari untuk menuntaskan uji kompetensi bagi peserta seleksi CPNS Kemenkumham.
Khusus hari pertama, ujian dibagi dalam tiga sesi. Namun, untuk hari ini, Sabtu (27/10) hingga tiga hari ke depan, uji kompetensi akan berlangsung lima sesi dalam sehari.
“Ujian kita gelar hingga pukul 16.00 Wita. Begitu seterusnya,” kata Sayadi.
Secara detail, Sayadi mengatakan jika jenis tes yang diujikan tahun ini tidak jauh berbeda dengan jenis tes yang diterapkan pada penerimaan CPNS tahun 2014 lalu. Itemnya adalah Tes Kompetensi Bidang (TKB), Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
“Jumlah soal sebanyak 100. Rincian 75 soal TKB, 80 soal TIU, dan 145 TWK,” sebutnya.
Dari segi keamanan, lanjut Sayadi, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk menjaga jalannya proses ujian.
“Jadi tidak ada kendala karena kepolisian sudah MoU dengan kami. Tadi sebanyak 100 orang jaga keamanan, parkirnya juga. Termasuk masalah listrik dan keberadaan laptop,” ucap Sayadi.
Untuk pengawasan tes, pihak BKN masih menerima anggota dari Kemenkumham. Hanya saja, tugas mereka untuk mendaftarkan calon peserta sebagai administrasi kebutuhan kementerian.
“Itu tugasnya mereka. Sementara petugas yang mengawas di ruangan tes adalah pegawai BKN saja,” ujarnya.
Terkait masalah jadwal pelaksanaan tes pada instansi pemerintah daerah, termasuk Pemprov Sulsel serta kabupaten/kota yang belum ada, Sayadi mengaku masih menunggu konfirmasi dari BKN Pusat.
“Kita masih berpegang pada tanggal 28 Oktober. Jika ada perubahan nanti disesuaikan,” tutupnya.
Koordinator seleksi administrasi Kantor Wilayah Makassar Kemenkumham Mohammad Yani mengakui, di awal pelaksanaan tes memang ada sedikit kendala. Hal ini disebabkan karena pelaksanaannya masih baru.
“Namanya baru pertama, kan online semua. Tapi itu tidak megganggu pelaksanaan secara keseluruhan. Semuanya bisa diatasi. Lancar Alhamdulillah,” terang Yani.
Tes direncanakan berlangsung hingga Rabu (31/10) mendatang. Untuk Jumat dan Sabtu ini, dilakukan seleksi untuk lulusan sarjana. Sedangkan pada sesi selanjutnya hingga Rabu, seleksi untuk lulusan SMA.
“Total semua ada 12.000 yang tes untuk sarjana dan SMA. Untuk sarjana ada 2.700 orang. Hari ini (kemarin) dibagi tiga sesi. Masing-masing sesi ada 720 peserta yang tes,” jelas Yani.
Para pendaftar berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Seperti pada hari pertama ini, ada yang datang dari Kendari, Kupang, Sulbar, Palu, dan lain-lain.
Yani menambahkan, ada empat orang penyandang disabilitas yang ikut tes kemarin. Mereka akan mendapat ruang khusus, tempatnya akan dipisahkan dari yang umum.
Namun dalam pengerjaan, semuanya tak akan didampingi. Karena penyandang disabilitas ini, dikatakan Yani, bukanlah orang yang tuna netra ataupun tuna rungu yang memang membutuhkan pelayanan khusus.
“Mereka yang ikut itu seperti yang sumbing, tidak bisa jalan. Seperti ituji. Bukanji tuna netra atau tuna rungu yang perlu didampingi,” katanya.
Kepala Bagian Pengembangan Karir Pegawai Kemenkumham RI Fahrurrozi yang turut memantau di Makassar, mengatakan bahwa pelaksanaan ujian CPNS di Kanwil Sulsel ini antusiasnya cukup besar. Ia berharap semuanya berjalan lancar. Komputer dan jaringannya juga tak mendapat masalah.
“Alhamdulillah, semua bisa ikut ujian dengan baik dan lancar. Walaupun tadi ada sedikit kendala, tapi bisa diatasi,” ujarnya.
Di kanwil Kemekum HAM Sulsel hanya akan merekrut 43 orang untuk setingkat SMA. Mereka disiapkan sebagai penjaga tahanan. Sedangkan secara keseluruhan setingkat sarjana dan SMA ada sekitar 2.000 yang akan diterima.
Fahrurrozi menambahkan, tahap berikutnya adalah Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Kemenkum HAM tidak hanya mematok passing grade untuk peserta yang lolos ke tahap SKB. Namun juga ranking nilainya. Hanya 129 ranking terataslah yang bisa lolos ke tahap selanjutnya.
“Ini juga yang penting. Jadi walaupun memenuhi passing grade, tapi yang boleh ikut selanjutnya hanya 129 ranking teratas. Jadi jangan terlalu senang kalau dapat passing grade tinggi. Harus lihat ranking dulu,” jelas Fahrurrozi.
Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan, untuk uji kompetensi CPNS Pemprov Sulsel,hingga saat ini, BKN belum memberikan jadwal.
“Kami terus berkoordinasi dengan BKN untuk mengetahui jadwalnya. Semoga cepat diinformasikan supaya peserta bisa persiapkan diri,” imbuhnya. (rhm-nug/rus)
Error System Warnai Uji Kompetensi CPNS
