MAKASSAR, BKM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar menggelar pertemuan dengan seluruh kader yang maju menjadi calon anggota legislatif (caleg) di Pemilu 2019 mendatang.
Pertemuan ini digelar di kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah Makassar, Jalan Gunung Lompobattang, Sabtu (27/10/2018).
Pertemuan ini dihadiri oleh pimpinan Muhammadiyah mulai dari tingkat ranting hingga daerah dan juga caleg dari berbagai tingkatan mulai dari DPRD Makassar hingga DPR RI.
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Muhammadiyah (LHKP) Kota Makassar, Usman Lonta mengungkapkan, pertemuan ini merupakan jawaban dari kegelisahan para kader yang merasa tidak pernah mendapat dukungan penuh oleh Muhammadiyah.
“Selama ini ada kesan Muhammadiyah jauh dri kadernya yang berorientasi ke politik. Padahal tidak bisa dipungkiri bahwa di antara kader bahkan pengurus Muhammadiyah banyak yang punya talenta politik yang orientasinya kepada kegiatan kebangsaan,” tuturnya.
Untuk itu, kata Usman, para pimpinan Muhammadiyah, baik di tingkat daerah, cabang dan ranting harus tahu dan kenal caleg yang juga kader Muhammadiyah.
“Kepada seluruh pimpinan Muhammadiyah dan ortom (organisasi otonom) diharapkan untuk paham siapa kader yang maju, dan turut andil dalam memenangkan,” tambahnya
Usman menyebutkan, pihaknya tidak menginginkan muncul stigma bahwa Muhammadiyah hanya bisa mengklaim kader yang sudah jadi tetapi tidak pernah turut andil dalam memenangkan kader.
“Jadi kita menginginkan Muhammadiyah terlibat penuh dalam mendukung dan memenangkan kadernya. Karena secara pemetaan kita bisa mendapat satu kursi di tiap Dapil,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Makassar, Nurdin Massi mengaku sedari dulu menginginkan pertemuan ini.
“Sebenarnya dari dulu kita mau mengundang semua kader yang jadi caleg, namun baru kali ini terwujud,” ujar dia.
Ia kemudian mengutip pesan mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amien Rais yang mengungkapkan bahwa pentingnya keseimbangan antara dakwah amar ma’ruf dan dakwah nahi munkar.
“Muhammadiyah struktural serahkan ke ranah dakwah amar ma’ruf kalau dakwah nahi munkar serahkan kepada kader yang berjuang di ranah politik,” katanya.
Sekadar diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh anggota DPR RI yang juga adalah kader Muhammadiyah Mukhtar Tompo, Ketua DPW Perindo Sanusi Ramadhan beserta sejumlah caleg lainnya yang berasal dari Muhammadiyah. (*)
