Site icon Berita Kota Makassar

Sepuluh Ribu Warga Maros Masih Menganggur

MAROS, BKM — Sekitar 10.000 warga Maros masih menganggur. Padahal, mereka memiliki ijazah pendidikan terakhir SMA sederajat. Sejumlah di antaranya, juga berijazah Strata 1. Untuk mengurangi angka pengangguran tersebut, Pemkab melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), akan melakukan pendataan perusahaan.
Setiap perusahaan yang membutuhkan karyawan diimbau untuk berkoordinasi dengan Disnakertrans. Nantinya, Pemkab yang menyiapkan karyawan untuk perusahaan tersebut. Hal tersebut dikatakan Bupati Maros, Hatta Rahman, saat menghadiri pameran lowongan kerja atau job fair yang digelar Disnakertras, di lantai satu Grand Mal, Batangase, Kecamatan Mandai, Rabu (24/10).
”Job fair ini merupakan langkah Pemkab untuk menyerap tenaga kerja dan penempatan di dua puluh perusahaan. Saat ini, ada 10 ribu warga Maros yang masih menganggur,” katanya.
Pemkab juga memikirkan nasib warga yang tidak mendaftar CPNS. Sejumlah warga Maros yang masih menganggur harus difasilitasi mendapatkan pekerjaan. Job fair tersebut merupakan kali pertama digelar di Maros. Hal tersebut merupakan terobosan baru Pemkab, berkat usaha Kepala Disnakertrans, Ferdiansyah.Tahun 2019, Pemkab akan kembali melakukan job fair untuk menyerap tenaga kerja. Warga yang tidak lolos atau baru menyelesaikan pendidikannya tahun depan, sudah bisa melamar pekerjaan.
”Tahun 2019 kita akan buka lagi job fair. Kami target, satu tahun kemudian, tidak ada lagi warga Maros yang menganggur. Semua harus dapat pekerjaan,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas calon tenaga kerja, Pemkab akan membuka gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di area perkantoran pemerintahan Maros. Selain calon tenaga kerja, Pemkab juga akan melatih PNS supaya mahir berkomputer. Latihan akan dipusatkan di BLK. (ari/mir/c)

Exit mobile version