GOWA, BKM — Tiga unit rumah warga di Jl Inspeksi Kanal, Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu tepatnya di belakang kantor Pengadilan Agama Kabupaten Gowa, terbakar.
Dari tiga rumah ini, satu diantaranya habis rata dengan tanah, sementara lainnya hanya terbakar separuh.
Selain tiga rumah ini, turut terbakar satu unit mobil merk Avansa warna silver. Peristiwa ini terjadi pukul 17.30 Wita, Jumat (26/10/2018).
Tiga rumah tersebut masing-masing milik Arifin Dg Sirua, Hamzah dan Ibu Mai. Sedang mobil Avansa yang turut terbakar adalah milik Hamzah yang tengah terparkir di garasi rumah saat api berkobar.
Kebakaran hebat ini akhirnya mampu diatasi dengan empat unit armada Damkar meski pemadaman sempat terhenti lantaran kehabisan air dan proses pengisian air di sumber air baku PDAM Gowa tersendat karena kondisi jalan sempit yang padat arus lalulintas.
Api baru dapat dikuasai 20 menit kemudian yakni pada pukul 17.50. Kerugian dari peristiwa kebakaran ini cukup besar dan diperkirakan oleh warga sekitar mencapai ratusan juta. Beruntung tak ada korban jiwa, namun harta benda pemilik empat rumah tersebut ludes.
Pemerintah setempat dan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Somba Opu pun langsung melakukan pendataan serta identifikasi para korban kebakaran.
Dari hasil olah TKP sementara diketahui sumber api berasal dari kompor gas di rumah Arifin Dg Sirua yang meledak. Kompor gas ini konon menurut hasil identifikasi di tengah warga bahwa sementara menyala dan sedang memasak sementara keluarga Arifin Dg Sirua meninggalkan rumahnya.
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Dinas Damkar Gowa Mustamin Raga yang dikonfirmasi jelang petang tadi mengatakan dari empat rumah yang terbakar tersebut, satu diantaranya ludes tak tersisa.
Sementara tiga rumah lainnya hanya terbakar separuh, namun isi rumah tersebut pun habis karena didominasi perabot yang mudah terbakar.
“Petugas Damkar bekerja keras sehingga mampu memutus mata rambat api ke rumah sekitarnya. Armada kami turunkan empat unit yakni tiga unit penembak dan satu unit mobil tangki air. Petugas kami sempat kewalahan sebab suplai air sempat terputus karena terlalu lama pengisian di sumber air baku PDAM di Jl Swadaya,” jelas Mustamin Raga.
Dikatakan Mustamin Raga seyogyanya distribusi air untuk penembak bisa optimal andai satu unit mobil tangki lainnya bisa digunakan.
“Iya, kita kewalahan karena cuma alsatu unit mobil tangki karena mobil tangki satunya rusak yang tidak bisa kami perbaiki karena terkendala biaya. Sudah dua bulan tidak beroperasi. Sangat kurang anggaran kami untuk biaya perbaikan dan pemeliharaan,” ungkap Mustamin Raga.
Sebagai solusi kata Mustamin Raga, sebaiknya tim Damkar Gowa dibantu dengan sarana Hidrant Kota atau sarana titik-titik pengambilan air dalam wilayah kota yang mudah diakses. (saribulan)
